oleh

Ayoku Setop Produksi

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU- Manajemen air dalam kemasan Ayoku memutuskan untuk setop produksi, sejak 1 Agustus 2018. Ada 75 orang pekerja terpaksa dirumahkan. Tingginya biaya produksi menjadi salah satu alasan pihak manajemen setop produksi.

Salah seorang manajemen yang enggan disebutkan namanya mengatakan Ayoku diproduksi sejak 2011 lalu, awal berdiri hanya ada 30 orang pekerja terus berkembang sehingga 75 orang pekerja. Semuanya warga Kota Lubuklinggau.

Perusahaan ini, setiap hari memproduksi lebih kurang 5.000 dus, satu dus terdiri dari 48 cup air mineral. Artinya setiap hari produksi 240 ribu cup Ayoku.

Pangsa pasar produk asli Kota Lubuklinggau ini tak hanya dalam kota, namun juga ke Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Muratara, Kabupaten Rejang Lebong, Singkut, Batu Raja, Provinsi Bengkulu, Lahat, Kota Prabumulih, dan Kota Pagaralam.

“Dolar naik terus otomatis bahan baku juga naik,” ungkap sumber koran ini.

Wacananya, produksi Ayoku akan dialihkan dengan minuman kemasan bercita rasa, seperti teh atau kopi produksi diperkirakan akan dilakukan Oktober atau November 2019.

Untuk SDM tetap berdayakan pekerja sebelumnya. Dari 75 orang pekerja, lima diantaranya sudah karyawan tatap, gaji sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) sedangkan sisanya Buruh Harian Lepas (BHL).

Diakui sumber koran ini, sejak tidak produksi lagi beberapa kompetitor mulai menaikan harga.

“Yang beredar saat ini produksi sebelumnya, banyak pelanggan yang mengeluhkan kompetitor naik harga. Karena ini jadi peluang mereka untuk dropship lebih banyak, selama ini mereka menekan harga karena pertimbangannya ada Ayoku,” jelasnya.

Dari pantauan Linggau Pos, hampir satu bulan ini marketing Ayoku tidak men-dropship lagi.

“Biasanya 10 dus Ayoku per minggu. Harga beli kami dari Ayoku Rp 13.000 per dus. Jadi kami jual ke konsumen Rp 16.000 sampai Rp 17.000 per dus,” jelas RN, salah seorang pemilik warung.

Setopnya pendistribusian Ayoku membuat brand kompetitor rerata menaikkan harga jual. Yang biasanya Rp 16.000 kini naik jadi Rp 17.000- Rp 18.000.

“Dulu kami bisa jual air minum selain Ayoku Rp 20.000 per dus. Sekarang tidak bisa lagi,” jelas RN. (nia/lik)

***Kepala Disnaker Lubuklinggau, Purnomo
Dua Perusahaan Tutup

KEPALA Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Lubuklinggau, H Purnomo mengaku belum mendapat informasi tentang ditutupnya Ayoku.

“Kami belum dapat laporan. Sejauh ini yang ada laporannya baru Ceria Toserba, ada 18 karyawannya yang dirumahkan,” terang Purnomo, tadi malam.

Sementara untuk Manajemen Ayoku, kata dia, belum ada laporan.

“Harusnya memang dilaporkan ke kami. Soal tenaga kerjanya, saya juga belum tahu. Besok (Rabu,red) saya cek ke lapangan. Karena ada hak-hak yang harus diberikan ke karyawan sebelum ditutup. Masalah ditutup karena apa juga harus jelas,” terang Purnomo.

Ia mengatakan, kalau ada pekerja perusahaan Ayoku yang merasa dirugikan, juga bisa mengadu ke Disnaker.

Jika benar, kata Purnomo, Ayoku setop produksi, artinya sepanjang 2018 ini saja ada dua perusahaan yang gulung tikar, yakni Ceria Toserba dan Ayoku. (lik)

Rekomendasi Berita