oleh

Ayah Korban Lihat Foto Porno Anaknya, Kemudian…

LINGGAUPOS.CO.ID- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lubuklinggau kembali menyidangkan kasus yang menjerat Terdakwa Septian Arif Budiyanto (31), Rabu (14/4)

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Lubuklinggau ini beragenda pemeriksaan saksi dari pihak korban.

Sidang secara tertutup ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Ferdinand, didampingi Hakim Anggota Verdian Martin dan Ambarita dengan Panitera Pengganti (PP) Ahmad Irfan. Karena masih Pandemi Covid-19 sidang diselenggarakan via ZooM Meeting dan terdakwa berada di Lapas Klas IIA didampingi Penasehat Hukum Riki, SH.

Tersangka yang merupakan warga Dusun VI, Desa Jajaran 2, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Mura ini disidangkan karena mencabuli pelajar SMP inisial JM (14).

JPU Ayu Soraya menghadirkan tiga saksi, antara lain bapak korban inisial TN, sepupu korban inisial MW, dan korban Inisial JM.

Hakim Ferdinand yang membuka sidang langsung menyumpah ketiga saksi di bawah Al-Quran untuk menyatakan keterangan yang sebenarnya

JPU Ayu Soraya menanyakan pada ayah korban.

Ayah korban mengatakan sesudah kejadian Jumat 8 Januari 2021 sekira pukul 22.00 WIB ia didatangi adiknya (MW,red).

Dia mengatakan kepada ayah korban “ Ada foto yang mirip dengan korban.”

Karena merasa curiga ayah korban langsung memanggil korban untuk mengecek foto yang tersebar dalam aplikasi Facebook (FB).

Saat ditanya, korban membenarkan bahwa itu dia.

Kebetulan di desa tersebut ada Babinsa dan Pjs Kades. Maka ayah korban mengadu lalu pergilah dia ke Polres Musi Rawas untuk melapor.

Kemudian bapak korban, dan pihak terkait memancing terdakwa dengan cara terdakwa ditelepon oleh korban yang dibantu MW. Korban dan terdakwa sepakat untuk bertemu kembali.

Ditempat yang sama yakni dalam hutan Dusun VII Desa Madang Kecamatan Sumber Harta Kabupaten Mura, terdakwa bertemu korban. Warga sekitar yang sudah memancingnya langsung menangkap terdakwa.

Sedangkan MW selaku sepupu korban di hadapan majelis hakim mengatakan ia mengetahui ada foto korban melalui aplikasi FB. Lalu Jumat 8 Januari 2021 sekira pukul 20.00 WIB, MW bertanya kepada korban tentang foto porno yang sudah tersebar di FB. Apakah benar itu adalah korban.

Saat itu korban merasa takut dan tidak berani menjawab. Lalu setelah dipaksa, korban menceritakan perbuatan yang telah dilakukan oleh terdakwa. Setelah mendengar kabar itu, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mura.

Sedangkan korban (JM,red) menyatakan korban berkenalan dengan terdakwa melalui FB awal Desember 2020. Setelah satu bulan kenalan di FB, terdakwa menghubungi korban melalui masangger FB mengajak korban ketemuan. Mereka akhirnya bertemu Sabtu 2 Januari 2021 di hutan dekat Dusun VII, Desa Madang, Kecamatan Sumber Harta Kabupaten Mura. Yang jarak dari jalan umum sekitar 150 meter.

Menurutnya ini merupakan ketemuan pertama dengan terdakwa. Sesampai di TKP, korban disuruh turun, terdakwa menarik tangan kanan korban agar mengikuti terdakwa. Sesampai di semak-semak pohon karet, korban melihat di atas semak-semak tersebut sudah ada selimut berwarna kecoklatan yang terbentang di atas tanah.

Lalu terdakwa meminta korban duduk. Kemudian terdakwa mengancam korban dengan sebilah pisau. Karena merasa ketakutan, korban hanya diam. Tidak berani melawan dan dan tidak berani berteriak lalu terdakwa mengikat kedua tangan korban.

Saat itu terdakwa mencabuli korban. Ditengah rasa ketakutan ini, korban hanya diam dan tidak melawan.

Lalu karena mulai hujan, terdakwa berhenti melakukan perbuatan tersebut. Kemudian terdakwa memberi korban uang Rp 500 ribu dan menyuruh korban untuk menghapus seluruh percakapannya di pesan FB. Terdakwa juga meminta korban tidak memberitahukan kepada siapapun tentang perbuatan terdakwa tersebut

Selanjutnya terdakwa mengantar korban kembali ke jalan dekat peternakan ayam lalu terdakwa langsung pergi.

Selanjutnya terdakwa masih mengirimi korban pesan melalui FB dan mengajak korban bertemu lagi. Tetapi karena takut, korban tidak merespon ajakan terdakwa.

Lalu Sabtu 2 Januari 2021, terdakwa kembali mengirimi korban pesan melalui Facebook dan mengajak korban untuk bertemu lagi ditempat yang sama.

Saat itu korban hanya mengiyakan saja ajakan terdakwa tersebut melalui pesan Facebook. Namun korban tidak datang.

Karena merasa dibohongi dan tidak ditanggapi oleh korban, terdakwa mengirimi korban foto korban saat korban sedang dicabuli oleh terdakwa. Pada pesan di foto tersebut, terdakwa mengancam korban dengan mengatakan jika korban tidak datang, foto-foto tersebut akan terdakwa sebarkan.

Jumat 8 Januari 2021 sekira pukul 20.00 WIB, MW bertanya kepada korban tentang foto porno yang sudah tersebar di FB. Apakah benar itu adalah korban. Dan korban membenarkan itu dia.

Usai saksi memberikan keterangan, Hakim Ferdinand menanyakan kepada terdakwa, dan terdakwa membenarkan seluruh keterangan saksi.

Maka Hakim Ferdinand menutup sidang dan akan melanjutkannya Rabu (21/4) dengan agenda pemeriksaan terdakwa.(*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita