oleh

Ayah Kandung di Muratara Perkosa Anaknya di Depan Istri

-Kriminal-53.971 dibaca

LINGGAU POS ONLINE – Petugas Polsek Rupit Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, menangkap Supian (35) warga Talang Unggar Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Supian ditangkap karena diduga memperkosa anak kandungnya berkali-kali, sejak korban kelas 4 SD.

Korban adalah WN (13) anak kandung tersangka yang kini duduk di kelas 6 SD. Tidak terhitung lagi aksi pemerkosaan itu terjadi, bahkan tersangka Supian tidak sungkan melakukan aksi itu, di depan istrinya.

Kapolres Muratara AKBP Adi Witanto melalui Kapolsek Rupit AKP Bakri Redi Cahyono menjelaskan kasus ini dilaporkan ibu korban, SA (32). “Awal kejadian, pada 2017. Saat itu, ibu korban sedang pergi ke pasar. Ia mengancam anaknya, hingga terjadilah pemerkosaan,” kata Kapolsek.

Bahkan, malam harinya ditambahkan Kapolsek, tersangka memperkosa korban di depan istrinya (ibu korban, red). Selanjutnya juga menyetubuhi istrinya. “Perlakukan ini, menurut keterangan SA, sudah sering dilakukan. Namun ia takut melapor,” ia mengatakan.

Karena tidak tahan lagi, dikatakan Kapolsek akhirnya kasus ini dilaporkan ke Polsek Rupit. “Berdasarkan laporan ibu korban, tersangka kami lakukan penangkapan. Saat ditangkap kami menemukan dua pucuk senpira di kediaman tersangka,” tambahnya.

Tersangka Supian, ditambahkan Kapolsek berdasarkan hasil pemeriksaan mengakui telah memperkosa anaknya.  Bahkan Supian mengaku sudah lupa berapa kali sudah memperkosa anaknya itu, terakhir menurutnya Minggu lalu.

Tersangka ditambahkan Kapolsek, diancam dengan Pasal 76 E UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sementara itu dikutip dari sumeks.co, Jamilah kepala SDN 2 Rupit, tempat korban bersekolah, mengaku mendapatkan laporan dari korban, mengenai perbuatan bejat bapak kandungnya itu.

Menurut Jamilah, korban diancam menggunakan pisau oleh tersangka, sehingga mau menuruti perbuatan bejat tersangka, maupun oral seks. “Dio ngadu samo kami guru di sekolah, jadi budah itu aku ambek suruh nginap di rumah, dio ketakutan samo bapaknyo diancam pakai pisau. Ibunyo juga ketakutan, disuruh ambek budak ini di rumah aku, ditinju lakinyo,” cerita Jamilah.(*)

Rekomendasi Berita