oleh

Awalnya Adik Teraniaya, Kini Malah Jadi Tersangka

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Afrizhal mempertanyakan keadilan hukum di negeri ini. Pasalnya warga Desa A Widodo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas itu merasa prihatin, adiknya Eriyel Efendi yang semula korban penganiayaan berubah statusnya menjadi pelaku penganiayaan.

Saat datang ke Graha Pena Linggau, Selasa (6/2), Afrizhal mengatakan, penganiayaan terhadap Eriyel Efendi terjadi 20 Februari 2017.

“Saat itu Abdiantoro membawa kayu masuk ke dalam toko dan langsung meninju bibir adik saya Eriyel Efendi. Sebagai korban, Eriyel langsung melaporkan kepada Polsek Tugumulyo dengan kasus dugaan penganiayaan,” jelas Afrizhal mengawali perbincangan.

Pada saat proses di Polsek Tugumulyo, Afrizhal menjelaskan, Abdiantoro sebagai pelaku penganiayaan mengakui semua perbuatannya dan dijatuhkan putusan pidana dengan hukuman satu tahun masa tahanan oleh Pengadilan Negeri Lubuklinggau, 6 Juni 2017.

Namun, tidak berlangsung lama istri dari Abdiantoro melaporkan kembali kasus tersebut ke Polsek Tugumulyo. Laporan tersebut ditolak, karena permasalahan sudah selesai. Akan tetapi istri Abdiantoro melaporkan Eriyel Efendi ke Polres Musi Rawas.

“Laporan tersebut langsung disetujui oleh pihak Polres, dan ditindaklanjuti di Polres Musi Rawas. Eriyel mendapat surat panggilan dari Polres untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak penganiayaan pasal 351 KUHP. Sayangnya, dalam laporan tersebut tidak dijelaskan siapa korbannya, sehingga hal tersebut dibantah oleh adik saya dengan penyidik,” paparnya.

Satu bulan kemudian, Eriyel kembali mendapat panggilan dari Polres Musi Rawas untuk diambil keterangannya sebagai tersangka.

“Dan pada tanggal 31 Mei 2017, kakak saya mendapat panggilan lagi sebagai tersangka, hal ini juga dipertanyakan kembali dan dipersoalkan kembali kepada penyidik,” tuturnya.

Atas status tersangka tersebut, pada 21 Desember 2017, Eriyel dipanggil untuk diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena berkas perkara Eriyel dinyatakan lengkap.

“Saya ingin mempertanyakan kepada Kasat Reskrim, Kanit Penyidik dalam hal pelimpahan adik saya, bahwa barang bukti penyidikan di Polsek Tugumulyo dan putusan sidang Pengadilan Negeri Lubuklinggau sudah saya serahkan. Kepada Kasat Reskrim, saya juga sudah menghadap Wakapolres dan Bapak Kapolres, saya sampaikan juga ke Kejari, ke JPU, bapak Jubaidi. Namun sampai saat ini belum ada kepastian hukum, tidak hanya itu saja. Saya sudah menghadap Kapolda bapak Irjen Zulkarnain, namun hasilnya sama saja. Saya hanya menuntut keadilan hukum di negeri ini, kalau memang salah silakan tangkap dan kurung di penjara. Namun, ini adik saya yang jadi korban, tapi malah adik saya yang dipenjara,” tegasnya.

Bahkan, menurut Afrizhal, hasil visum yang dibawa oleh istri Abdiantoro, merupakan visum yang dilakukan sendiri, tanpa adanya permintaan dari pihak kepolisian.

“Hasil visum juga melakukan sendiri, tanpa ada permintaan dari kepolisian, artinya itu bisa saja direkayasa,” imbuhnya. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita