oleh

Aturan Berubah, Bawa C6 Bisa Memilih

“Bawa undangan memilih, tanpa KTP maupun Suket masyarakat yang terdaftar di DPT dapat memilih,”kata ketua KPU Kabupaten Musi Rawas, Ach Zaein.

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Pemilih datang ke TPS saat pencoblosan tidak perlu membawa KTP-El atau Surat Keterangan dari Disdukcapil. Itu berdasarkan Surat Edaran (SE) KPU RI Nomor 574/PL.03.6-SD/06/KPU/VI/2018 tanggal 8 Juni 2018, perihal penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara.

Ketua KPU Kabupaten Musi Rawas, Ach Zaein menjelaskan dalam surat edaran tersebut dijelaskan mengenai pemungutan suara. Pemilih yang terdaftar dalam DPT tidak dapat menunjukkan KTP-El atau Surat Keterangan diperbolehkan menggunakan hak pilihnya dengan membawa formulir C6 KWK. Asalkan KPPS mengetahui bahwa pemilih yang membawa formulir C6 KWK, merupakan masyarakat setempat.

Namun, untuk pemilih yang tidak dikenal anggota KPPS, namun membawa formulir C6 KWK, maka anggota KPPS boleh meminta yang bersangkutan untuk menunjukkan identitasnya, untuk memastikan orang yang memilih merupakan orang yang berhak.

“Prinsipnya, kami sebagai penyelenggara menargetkan partisipasi pemilih mencapai 80 persen, dengan cara mempermudah masyarakat untuk menggunakan hak pilih. Tapi, tidak bertentangan maupun menyalahi peraturan,” kata Ach Zaein.

Maka, Ach Zaein mengimbau kepada penyelenggara baik PPK, PPS maupun KPPS untuk bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Meningkatkan partisipasi pemilih dan memastikan yang memilih merupakan orang yang berhak.

Terpisah, komisioner Divisi Hukum KPU Kota Lubuklinggau, Lukman Hakim juga mengatakan hal yang sama, pihaknya tidak mempersulit pemilih untuk menggunakan hak suaranya Rabu 27 Juni 2018 mendatang. Sebab, KPU Kota Lubuklinggau menargetkan partisipasi pemilih mencapai 85 persen.

Sementara itu, Amri mahasiswa salah satu sekolah tinggi yang ada di Kota Lubuklinggau menjelaskan adanya perubahan regulasi itu dapat meningkatkan partisipasi pemilih. Sebab, legalitas yang ditanyakan saat pemilih mendatangi TPS sebenarnya sudah divalidasi KPU melalui Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) ketika dilakukannya pencocokan dan penelitian. Hasil dari Coklit tersebut ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT).

“Sebenarnya tidak perlu lagi ditanyakan KTP atau Suket, sebab legalitas dari masyarakat yang menerima C6 sudah jelas, yakni terdaftar di DPT,” katanya. (01)

Rekomendasi Berita