oleh

Atlet Muratara Batal Bertanding di Porprov

“…Atlet dari Muratara kita pastikan gagal tampil di Porprov tahun ini…”

* Ketua KONI Sumsel, Deni Zainal

LINGGAU POS ONLINE- Atlet Musi Rawas Utara (Muratara) yang diberangkatkan ke ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2019 di Prabumulih, dipastikan batal ikut bertanding. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan (Sumsel), Deni Zainal, Selasa (19/11).

Deni mengungkapkan, penyebab batalnya atlet dari kontingen Muratara tampil di Porprov karena cacat administrasi persyaratan peserta. Hal ini diketahui, setelah pihaknya menerima surat dari Pengurus KONI Muratara yang ditandatangani oleh Ketua KONI Muratara, yang menyatakan pihak KONI Muratara belum pernah mengeluarkan surat resmi terkait pengiriman atlet ke Porprov.

“Makanya, atlet dari Muratara kita pastikan gagal tampil di Porprov tahun ini,” tegas Deni.

Ketua Harian KONI Kabupaten Muratara, Syapran Suprano membenarkan pihaknya telah mengirimkan surat kepada pengurus KONI Provinsi Sumsel, mengenai kepalsuan surat yang dibawa oleh kontingen Muratara. Dari awal pihak KONI Muratara tidak mengeluarkan rekomendasi pengiriman atlet, untuk ikut berlaga pada Porprov Sumsel tahun ini, karena terkendala anggaran.

“Setelah anggaran yang kita ajukan tidak disetujui oleh Pemkab, kami komitmen untuk tidak mengirim atlet Muratara ke Porprov. Tiba-tiba pemerintah mengirimkan atlet, dan dicek surat yang mereka bawa palsu,” tegas Syapran.

Setelah ditetapkan kontingen Muratara dihapus dalam daftar pertandingan, pihaknya kembali menyurati KONI Sumsel agar atlet yang terlanjur datang dapat diikutkan bertanding eksibisi.

“Sayangnya permintaan kita ini ditolak Pengurus KONI Sumsel melalui bidang pertandingan, dengan alasan Porprov bukan ajang eksibisi bagi cabang olahraga baru untuk bergabung ke KONI. Porprov melainkan ajang seleksi penjaringan atlet berprestasi setiap daerah untuk persiapan di Pekan Olahraga Nasional,” ungkapnya.

Dengan adanya peristiwa ini ia mengaku, pengurus KONI Muratara merasa dikangkangi dengan keluarnya surat palsu dan tidak prosedural. Termasuk pengurus cabang olahraga yang tanpa koordinasi dan pemberitahuan, adanya pengiriman atlet.

“Anehnya lagi, kejadian ini diisukan saya yang menjegal tidak ikutnya atlet Muratara bertanding pada ajang Porprov tingkat Sumsel. Sementara jelas bahwa pengiriman atlet tersebut tidak mengikuti prosedural yang ada di pengurusan KONI Muratara maupun KONI Sumsel. Sehingga yang menjadi korban atlet Muratara,” ungkapnya.

Terpisah Ketua Cabang Olahraga Atletik KONI Muratara, Usman menjelaskan dirinya secara pribadi dan pengurus cabang olahraga atletik merasa terhina dan tersakiti dengan alasan tidak adanya pemberitahuan serta ketertutupan pihak Dispora, yang membawa atlet binaan tanpa pemberitahuan.

“Kita anggap mereka kejam dengan atlet yang kita bina. Ibarat kami sopir taksi, kami mencari mobilnya setelah penuh penumpang, Dispora yang membawanya,” tegas Usman.

Laporan Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita