oleh

Asyik Nonton TV, Jamri Sempat Tidak Tahu Rumahnya Terbakar

LINGGAU POS ONLINE – Jamri Effendi, warga Jalan Bintara RT.5 Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Rabu (23/10/2019) sekitar pukul 14.00 WIB sedang asyik nonton TV di rumahnya. Tiba-tiba ia mendapati asap keluar mengepul dari dapur rumahnya, ia pun langsung keluar menyelamatkan diri.

“Saya saat itu sedang di dalam rumah menonton TV. Tiba-tiba ada asap dari dapur, saya langsung keluar menyelamatkan diri,” jelas Jamri saat ditemui linggapos.co.id di lokasi kebakaran.

HANGUS – Sepeda motor yang ikuti terbakar di kediaman Janusin. (foto endang kusmadi/linggaupos.co.id)

Saat itu dijelaskan Jamri di rumahnya ada ayahnya, Janusin (75) bersama seorang anaknya yang paling kecil. Sementara anggota keluarga lainnya, yakni istrinya Rina belum pulang bekerja, kemudian anak tertuanya juga tidak berada di rumah.

“Kami langsung keluar menyelamatkan diri, namun yang bisa diselamatkan cuma mobil dan sepeda motor. Yang lain terbakar, termasuk satu sepeda motor Yamaha F1Z yang,” kata Jamri yang mengaku tidak mengetahui dari mana sumber api.

Sementara itu, ayahnya Janusin kepada linggaupos.co.id mengatakan ia baru saja datang ke kediamannya. Janusin diketahui menetap di Pal 3 Desa Ngestikarya Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musi Rawas.

“Saya baru saya pulang ke rumah ini dari Jayaloka.  Tadi sempat ngobrol bersama anak bungsu saya (Jamri, red). Tiba-tiba keluar asap dari dapur,” kata Janusin yang mengaku belum tahu apa penyebab kebakaran.

Janusin (duduk) pemilik rumah yang terbakar.

Ia juga menjelaskan bahwa saat kejadian, di rumah hanya ada tiga orang, yakni ia bersama anak bungsunya serta cucu yang berumur 4 tahun. “Saat kejadian saya sedang di luar, ngobrol,” kata Janusin yang juga mengatakan, cucunya saat kejadian sedang bermain di depan rumah.

Terpisah Kasi Ops Dinas Pemadam Kebakaran dan Pendagulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau, Mahali menjelaskan untuk memadamkan kebakaran ini, pihaknya menurunkan empat unit mobil pemadam kebakaran dengan 40 orang personil.

“Seluruh tim dari empat posko yang ada kami kerahkan. Tadi saat awal memadamkan, kami sempat kesulitan karena aliran listrik belum diputus. Makanya kami menyelamatkan rumah di sebelahnya dahulu, agar api tidak merambat,” jelas Mahali.

Sisa-sisa puing kebakaran di dalam rumah milik Janusin.

Mengenai penyebab kebakaran Mahali menjelaskan dugaan sementara karena konsleting listrik dan kerugian diperkirakan mencapai Rp200 juta. “Api sudah berhasil kami padamkan, namun barang-barang di dalam rumah tidak bisa diselamatkan,” tambahnya.

Sementara itu, pantauan linggaupos.co.id, tetangga korban Janusin, yakni Nurhan yang juga masih kerabat korban, tidak sampai ikut terbakar karena cepat diantisipasi. Hanya saja barang-barang milik Nurhan sudah dikeluarkan oleh warga, yang melakukan penyelamatan.(*)

Laporan Endang Kusmadi

Rekomendasi Berita