oleh

Aston Villa 5-0 Liverpool : Ejekan The Reds di Paruh Musim

LINGGAU POS ONLINE- Liverpool mendapatkan kekalahan pertama di laga resmi musim 2019-2020. Hasil buruk itu mereka terima saat menghadapi Aston Villa di babak perempat final Piala Liga Inggris, Rabu (18/12) dini hari WIB. The Reds kalah 5-0 tanpa balas. Kendati menang, tactician The Vilians Dean Smith merasa laga kemarin sebagai ejekan Liverpool di paruh musim.

Bertandang ke Villa Park, The Reds turun dengan 11 pemain plus tujuh cadangan yang kesemuanya adalah pemain U-23 yang minim pengalaman. Termasuk di bench Liverpool, tak satupun batang hidup pemain reguler dan pelapis ikut menonton, termasuk sang pelatih Jurgen Klopp. Diketahui, saat ini tim utama baru tiba di Qatar untuk menghadapi semifinal Piala Dunia Antarklub melawan wakil Meksiko, Monterrey.

Klopp hanya memberikan tugas kepada manager U-23 Liverpool, Niel Critcley, untuk mengawasi tim melawan Aston Villa. Skuat yang diturunkan Critcley ternyata yang termuda sepanjang sejarah kompetisi . Jika dirata-rata umur skuat pada laga itu 19 tahun, enam bulan, dan tiga hari. Pemain termuda adalah Harvey Elliot, winger berusia 16 tahun, delapan bulan dan 14 hari.

Di Qatar, pasukan utama Liverpool bersama Jurgen Klopp menyaksikan para juniornya berlaga di jarak 7.000 kilometer. Menghadapi pemain senior, laskar muda Liverpool cukup sengit melakukan perlawanan kendati harus kebobolan empat gol di akhir paruh pertama. Satu gol lagi tercipta di pengujung pertandingan.

Striker Aston Villa Jonathan Kodija menjadi bintang dalam laga kemarin lewat sepasang golnya ke kandang Caoimhin Kelleher. Di usianya yang masih 21 tahun, Kelleher tampak santai meski gawangnya sudah lima kali kebobolan.

Dilansir dari Dailymail, sang pelatih Neil Critchley mengaku, performa pemain mudanya sepanjang pertandingan, membuat Klopp bangga. Dirinya juga menyanjung sang striker Harvey Elliot. Meski bertubuh mungil, pemain setinggi 1,68 meter itu terlihat menonjol ketimbang pemain dewasa lainnya. Ia kerap menjadi ancaman kiper Aston Villa, Orjan Nyland, setiap kali menguasai bola.

“Anak-anak bermain dengan cara seniornya berlaga. Mereka tampil berani dan memang begitulah mereka,” ujar Critchley. “Dia (Klopp) dan pemain lainnya menonton kami di Qatar, dia tentunya bangga dengan apa yang telah dimulai,” sambungnya.

Kendati hanya melawan pemain akademi, Manajer Aston Villa, Dean Smith mengaku kegirangan. Dilansir dari Sky Sport, Smith mengaku heran para pemain muda Liverpool mampu kelasnya sebagai akademi terbaik di Inggris sepanjang pertandingan.

“Mereka bermain seperti pemain reguler. Saya pun baru mengenal mereka, tapi saya sudah paham posisi mereka masing-masing. Sangat menyenangkan melihat mereka di panggung itu malam ini, kami harus sangat profesional,” ujar Smith.

Dalam laga kemarin, Liverpool mampu menguasai jalannya pertandingan dengan 57 persen penguasaan bola. Harvey Elliot dan kolega mampu melesatkan delapan tembakan shoot on goal meski tak berbuah gol satupun.

“Saya seperti diejek karena laga yang agak aneh, mana mungkin pemain muda hampir mengimbangi kami malam tadi. Kami sebenarnya bisa menang lebih dari lima gol, tapi ternyata mereka bukan sekedar muda tapi pemain yang secara teknis bagus, secara taktis hidup, dan tentunya membuat kami kesulitan di babak kedua,” tandasnya.

Sumber : Fin

 

 

Rekomendasi Berita