oleh

ASN Diminta Jaga Netralitas

“Kami tidak ingin ada ASN yang kena sangsi, walaupun hanya sangsi moral,” kata ketua Panwaslu Kota Lubuklinggau, Mirwan Jaya Husen.

Hindari Keberpihakan, Termasuk Foto Bersama

LINGGAU POS ONLINE, MEGANG – Panitia Pengaws Pemilu (Panwaslu) Kota Lubuklinggau, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga netralitasnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Hal ini, disampaikan oleh Ketua Panwaslu Kota Lubuklinggau, Mirwan Jaya Husen, Minggu (4/2).

Menurut Mirwan, netralitas dari ASN sangat penting untuk meminimalisir terjadinya konflik antara sesama ASN. Dan itu sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) Nomor RB/71/M/SM.00.00/2017, tentang Netralitas ASN pada Pilkada Serentak tahun 2018, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019.

“Dalam surat edaran itu, sudah jelas larangan ASN untuk terlibat dalam politik. Bahkan, hal itu sudah diatur Undang-Undang (UU) No. 5 Tahun 2014 tentang ASN. Rinciannya pada Pasal 2 huruf f, yang menyatakan salah satu asas penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN adalah netralitas. Artinya, setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun, dan tidak memihak kepada kepentingan siapa pun,” jelas Mirwan.

Kemudian, dilanjutkan Mirwan, dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tertera pada Pasal 11 huruf c menyatakan dalam hal etika terhadap diri sendiri, PNS wajib menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok atau golongan, dan dilarang melakukan perbuatan mengarah pada keberpihakan salah satu calon atau perbuatan yang mengindikasikan terlibat politik praktis atau yang berafiliasi dengan Parpol.

“Di aturan itu ditegaskan beberapa larangan terhadap aktivitas PNS. Jangankan terlibat langsung, sekedar mengunggah, menanggapi kiriman dari Paslon (Pasangan Calon, red) saja dilarang, walaupun hanya like, komentar, dan sejenisnya. Termasuk menyebarluaskan gambar, visi misi, maupun keterkaitan lainnya di media online maupun media sosial,” tegasnya.

Bahkan, hanya untuk melakukan foto bersama dengan Paslon saja mereka ASN dilarang. Maka dari itu, Mirwan mengimbau kepada ASN agar menaati aturan yang sudah ditetapkan.

Kita berharap, agar tidak ada ASN yang kena sangsi di Pilkada mendatang, walaupun hanya sangsi moral akibat tidak netralnya mereka di Pilkada. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita