oleh

Lihat Keponakan Mantan Istri, Asep Jadi Nafsu

LINGGAU POS ONLINE – Asep Hidayat alias Arnold (43) jalani sidang pemeriksaan di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Kamis (22/8) siang.

Wiraswasta yang merupakan rantauan dari tanah Sunda ini harus menjalani sidang tertutup karena ia terjerat dalam kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak bawah umur.

Dalam persidangan, Asep berhadapan dengan Ketua Majelis Hakim Yuliana SH didampingi Anggota Hakim Tatap Situngkir SH dan Dian Triastuty SH dengan Panitera Pengganti (PP) Rosmiati SH.

Usai persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ayu Soraya SH menegaskan tersangka diancam Pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang (UU) RI No.35 dan Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.35 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara

“Sidang yang digelar merupakan sidang pemeriksaan terdakwa yang telah berjalan lebih kurang dua bulan, dan direncanakan pada Kamis (29/8) depan akan dilaksanakan sidang tuntutan,” kata JPU, Jumat (23/8).

JPU menambahkan terdakwa mengakui perbuatannya terhadap korban yang merupakan keponakan mantan istrinya yang sering berkunjung ke rumah neneknya dan rumah terdakwa.

Dalam dakwaan, kronologis kejadian bermula ketika saat itu korban datang masuk ke dalam rumah Asep, kemudian korban pun meminta susu kotak kepada Asep. Tiba-tiba Asep tebersit niat jahat ingin mensetubuhi korban dan mengajak korban masuk ke dalam kamar, dan menyuruh korban tidur di atas kursi.

Korban yang belum mengerti hanya bisa menuruti kemauan Asep. Setelah korban merebahkan badan, Asep pun menjanjikan akan memberikan susu kotak dan langsung melakukan aksinya.

Sontak korban yang merasa kesakitan langsung menangis dengan kuat, kemudian Asep pun menggendong korban dan menyuruh korban untuk tidak menangis sambil mengancam untuk tidak memberitahu kepada ibu korban.

Namun korban yang merasa kesakitan semakin kuat menangis, sehingga Asep pun memukul paha korban sebanyak satu kali agar korban berhenti menangis.

Setelah itu Asep pun mengantar korban ke rumah nenek yang tidak jauh dengan tempat tinggalnya, sesampainya di rumah neneknya, korban yang masih menangis di pangkuan Asep.

Nenek korban yang saat itu merasa iba, hendak mengambil korban, namun Asep menolaknya. Korban yang menangis semakin kencang langsung membuat nenek memaksa mengambil korban. Namun tidak dilepas oleh Asep, sehingga ia langsung mengantarkan korban ke rumah orang tuanya.

Orang tua korban yang curiga, langsung memeriksa kondisi korban, dan meyakini bahwa dari titik kemaluan korban yang mengalami luka lecet akibat persetubuhan langsung melaporkan ke petugas kepolisian dan Asep pun langsung ditangkap dan diamankan.
(yan)

 

Rekomendasi Berita