oleh

Asap Lumpuhkan Riau, Palangkaraya dan Banjarmasin

LINGGAU POS ONLINE –  Asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Provinsi Riau sudah menyebar ke negara tetangga. Kondisi ini pun melumpuhkan sejumlah penerbangan. Salah satunya di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Efek kabut asap kian menebal dan masih menyelimuti wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah termasuk sebagian Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pemerintah terus melakukan upaya pencegahan dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan di wilayah yang terkena karhutla termasuk mengirim tambahan pesawat CN-295 dan Hercules.

Dalam penjelasannya Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, hujan buatan terus dilakukan di Kabupaten Indragiri Hilir, dan sekitarnya. Bahkan telah diupayakan pengiriman tambahan pesawat CN-295 dan Hercules.

“Tugasnya kembali membuat hujan buatan dengan skala yang lebih besar. Besok (Hari ini, red) dilakukan kembalu penebaran garam langsung 3,5 ton sekaligus dengan pesawat CN,” terang Hadi serayang mengaku tengah berada di Riau bersama Kepala BNPB Doni Monardo memimpin langsung pengendalian karhutla.

Terpisah, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB menjelaskan dampak karhutla, rekapitulasi Data P3E Sumatera KLHK dan Dinas LHK Provinsi Riau pada pukul 07.00 – 15.00 WIB (15/9) mencatat indeks standar pencemar udara (ISPU) masih tinggi di wilayah Pekanbaru 269, Dumai 170, Rohan Hilir 141, Siak 125, Bengkalis 121, dan Kampar 113.

“Angka tersebut mengindikasikan kondisi kualitas udara tidak sehat atau penunjuk angka 101 – 199. Sehari sebelumnya (13/9), kualitas udara di wilayah Riau pada kondisi sangat tidak sehat hingga berbahaya,” jelasnya.

Data juga menunjukkan kualitas udara di provinsi lain, seperti Jambi (123), Kepulauan Riau (89), Sumatera Selatan (51), Sumatera Barat (46) dan Aceh (14). Kualitas udara yang diukur dengan ISPU memiliki kategori baik (0 – 50), sedang (51 – 100), tidak sehat (101 – 199), sangat tidak sehat (200 – 299), dan berbahaya (lebih dari 300).

“BNPB bersama kementerian, lembaga, TNI dan Polri terus menggerahkan personel untuk penanganan di beberapa provinsi. Tujuh helikopter untuk pengemboman air dan patroli dikerahkan untuk wilayah Riau,” jelasnya.

Terhitung dari 19 Februari 2019 hingga 31 Oktober lalu, lebih dari 124 juta liter air digelontorkan untuk pengemboman air dan lebih dari 159 ton garam untuk operasi hujan buatan atau TMC. Luas lahan terbakar akibat karhutla di wilayah Riau menurut catatan BNPB yaitu seluas 49.266 hektare.

Sejumlah luas lahan terbakar lahan gambut seluas 40.553 ha dan mineral 8.713 ha. Karhutla yang masih terus berlangsung ini mengakibatkan dampak yang luas selain kerusakan lingkungan dan kesehatan, juga aktivitas kehidupan warga masyarakat.

Kepala BNPB Doni Monardo lagi-lagi mengimbau agar pemerintah daerah tidak hanya bermain dengan kata-kata saja, tetapi harus bertindak secara nyata. Hal ini diungkapkan mengingat sebelumnya Kepala BNPB Doni Monardo mendengar slogan ‘Riau Tanpa Asap.’ Namun, ini bertolak belakang dengan kondisi yang dihadapi Riau saat ini. “Saya tidak ingin hanya slogan-slogan. Dulu saya senang dengan pernyataan Riau Tanpa Asap. Tapi apa, hari ini Riau penuh asap,” ujar Doni

Sementara itu, penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya hampir lumpuh karena kabut asap tebal masih menyelimuti wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini. “Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut hanya ada dua Lion yang terbang dengan tujuan Surabaya dan Jakarta dengan waktu keberangkatan pagi tadi,” kata Eksekutif General Manager (EMG) PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Siswanto saat dikonfirmasi di Palangka Raya, kemarin.

Bahkan, lanjut dia karena pekatnya kabut asap yang melanda wilayah “Kota Cantik”, hingga berita ini diturunkan belum ada aktivitas penerbangan yang dilakukan maskapai. “Jarak pandang saat ini kurang dari 600 meter sehingga tidak memungkinkan pesawat untuk turun,” ujar Siswanto saat dikonfirmasi melalui telpon genggamnya.

Karena jarak pandang yang terbatas, tambahnya maskapai Garuda Indonesia sudah memastikan tidak akan terbang atau batal terbang menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Dampaknya sejumlah rute transportasi jalur udara seperti ke Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, dan Solo tidak ada aktivitas penerbangan.

Saat ini pihak Angkasa Pura masih menunggu sampai sekitar pukul 17.00 WIB untuk konfirmasi dua penerbangan lion Air dari Jakarta dan Surabaya. Jika kondisi jarak pandang membaik dan dinyatakan aman maka dua pesawat tersebut akan terbang ke Bandara Tjilik Riwut. Sebaliknya, jika jarak pandang sama atau bahkan lebih parah maka kedua pesawat dimungkinkan tak akan terbang ke Palangka Raya.

“Namun untuk operasional di Bandara Tjilik Riwut, kecuali penerbangan tetap seperti biasanya. Bahkan untuk siang hari kami harus menyalakan penerangan karena tebalnya kabut asap,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi, kebakaran di lahan kosong masih marak terjadi di Palangka Raya. Bahkan di beberapa titik, kebakaran lahan mulai mendekati pemukiman warga. Tak hanya itu, dampak kebakaran hutan dan lahan mulai dirasakan masyarakat seperti bau kabut asap menyengat yang membuat nafas sesak dan mata pedih. Pemerintah Kota Palangka Raya pun menetapkan sekolah tingkat SD dan SMP libur selama tiga hari terhitung mulai 16 sampai 18 September 201

Kondisi karhutla juga menyelimuti Kota Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Kabut asap menyelimuti kota berjuluk seribu sungai itu sejak dini hari hingga pukul 10.00 WITA masih terlihat.

Akibat kabut asap tersebut jarak pandang maksimal satu kilometer, bahkan ada yang hanya sekitar 500 meter atau setengah kilometer pada kawasan tertentu. Sebagai contoh hingga pukul 08.30 WITA sekitar Jalan A Yani km4,5 – km6 Banjarmasin jarak pandang hanya lebih kurang setengah kilometer, dan ke arah dalam kota seribu sungai tersebut jarak pandang satu kilometer.

Karena jarak pandang yang terbatas atau tidak bisa leluasa, para pengemudi mobilpun tidak dapat memacu kecepatan perjalanan guna menghindari kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Warga masyarakat memperkirakan, kabut asap yang kembali menyelimuti kota seribu sungai Banjarmasin karena karhutla lagi terjadi pada beberapa kawasan di Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut, karena kemarin (Sabtu), cauca cerah dan panas terik matahari hampir satu hari penuh, udara baru terasa dingin kecuali sesekali hembusan angin.

Kabut asap tipis bukan saja menyelimuti kota seribu sungai, tetapi juga sampai wilayah Kota Banjarbaru yang menjadi pusat perkantoran pemerintah Pemprov Kalsel, seperti terlihat sekitar Bandara Sjamsudin Noor Banjarmasin. (*)

Sumber: Fajar Indonesia Network (FIN)

Rekomendasi Berita