oleh

Asah Kesigapan Personel HSSE Pertamina TBBM Lubuklinggau

PT PERTAMINA (Persero) Terminal BBM Lubuklinggau kembali melakukan latihan operasi keadaan darurat di Terminal TBBM Lubuklinggau, Jumat (28/9). Dalam latihan Operasi Keadaan Darurat (OKD) ini, Operations Head PT Pertamina Terminal BBM Lubuklinggau, Syofiyardi bertindak sebagai Emergency Response Commander. Ia bertugas untuk mengoordinir seluruh lini petugas emergency.

Latihan OKD diawali dengan simulasi kejadian lubernya mobil tangki B 9206 SFU usai mengisi BBM jenis solar di filling set 1 pada pukul 09.35 WIB. Tim emergency yang mengetahui ini, langsung berusaha melakukan penyemprotan dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun ternyata muncul percikan api, sehingga atas komando dari Syofiyardi, Bidang Teknik HSSE TBBM Lubuklinggau, Dandi Ardiatma menyiagakan tim.
Tak lebih dari 5 menit, seluruh alat pemadam yang dimiliki PT Pertamina Terminal BBM Lubuklinggau dikerahkan. 15 menit kemudian, api berhasil dipadamkan. Dengan air maupun busa.

Tak disangka, salah seorang anggota tim emergency pingsan. Tim medis bergerak cepat mengevakuasi korban ke kantor Terminal BBM Lubuklinggau.

Sempat akan dilakukan pemanggilan ambulance rumah sakit. Namun, karena korban ternyata langsung sadarkan diri dan tidak apa-apa (hanya kelelahan), sehingga pemanggilan ambulance di-cancel.

Lebih kurang 30 menit simulasi ini berlangsung. Dan diakhiri press conference oleh Syofiyardi kepada awak media.

Saat dibincangi Linggau Pos di ruang kerjanya, Syofiyardi menjelaskan, simulasi tanggap darurat ini dilakukan setahun sekali. Tujuannya untuk mempersiapkan tim OKD agar lebih siaga.

“Menilai dari proses latihan tadi, kami bisa lebih siaga. Proses penanggulangan OKD juga cepat dan bagus,” terang bapak yang memimpin Terminal BBM Lubuklinggau sejak Mei 2018 itu.
(lik)

Rekomendasi Berita