oleh

APK Paslon Peserta Pilkada Rusak

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Kendati pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK), sudah difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik pencetakan hingga pemasangan. Namun, beberapa titik APK tersebut sudah rusak atau dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Seperti di Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, hanya tersisa satu spanduk Paslon nomor urut 1, sementara yang lainnya hilang. Tapi, di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, spanduk Paslon nomor urut 1 rusak sedangkan yang lain berdiri kokoh.

Bahkan, Minggu (15/4), baliho ukuran raksasa milik H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar (NanSuko) yang terpasang di simpang empat, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, malah roboh atau rusak parah. Sementara dua baliho lainnya masih berdiri kokoh.

Divisi SDM dan Parmas KPU Kota Lubuklinggau, Deby Arianto menjelaskan, kalau pihaknya sudah menyampaikan kepada tim sukses dari peserta Pilkada Lubuklinggau, terkait APK yang dirusak tersebut.

“Saat Rapat Koordinasi (Rakor) sudah kita sampaikan, kalau tugas KPU mencetak dan memfasilitasi pemasangan. Setelah itu, jadi tugas tim Paslon untuk merawat dan menjaga seluruh APK yang sudah dipasang, agar tidak rusak atau dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Deby.

Selain itu, lanjut Deby dalam Rakor sudah disampaikan, apabila APK rusak bisa dicetak dan dipasang pada titik yang rusak, oleh tim sukses dari masing-masing Paslon.

“Sudah kita jelaskan, seluruh APK yang sudah dipasang KPU, bila mengalami kerusakan bisa diganti oleh tim sukses Paslon, sesuai titik kerusakan,” ungkapnya.

Meskipun demikian, pihaknya berharap kedepan seluruh APK Paslon tidak ada lagi yang mengalami kerusakan atau di rusak oknum, karena itu media informasi dan sosialisasi ke masyarakat mengenai calon-calon peserta Pilkada Lubuklinggau.

Terpisah, Divisi SDN dan Organisasi Panwaslu Kota Lubuklinggau, Mursydi menjelaskan kalau saat ini pihaknya belum menerima satu pun laporan mengenai perusakan APK. Padahal, menurut Mursydi, pelaku perusakan APK bisa dikenakan hukuman pidana, dan itu sesuai dengan PKPU No. 4 Tahun 2017 tentang Kampanye.

“Sejauh ini belum ada laporan, tapi kalau APK itu memang dirusak, bisa dikenakan hukuman pidana. Kejadian itu, pernah terjadi di Kabupaten Lahat beberapa waktu lalu,” jelas Mursidi.

Maka, dilanjutkan Mursydi, baik masyarakat umum maupun tim sukses dari masing-masing Paslon, diharapkan untuk tidak merusak seluruh APK yang sudah dipasang oleh KPU, karena itu akan merugikan diri sendiri. (01)

Rekomendasi Berita