oleh

Antisipasi Penyimpangan Tata Ruang

DPUTR Launching Aplikasi Simandaru

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Lubuklinggau me-launching aplikasi Sistem Informasi Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang (Simandaru). Apa kelebihan dari aplikasi ini?

Laporan Peny Anggraini, Watervang

APLIKASI Simandaru ternyata tujuannya untuk membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau dalam mengantisipasi adanya penyimpangan pembangunan, khususnya berkaitan tata ruang.

Kecamatan Lubuklinggau Timur I menjadi pelopor pemanfaatan aplikasi ini, dan di-launching khusus di Hotel Burza Jalan Yos Sudardo, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Selasa (3/7).

Launching itu dihadiri Kepala DPUTR Kota Lubuklinggau, H Nobel Nawawi didampingi Kasi Pemantapan dan Pengendalian Ruang, Opila, kemarin.

Kepala DPUTR Kota Lubuklinggau, H Nobel Nawawi mengatakan aplikasi ini dibuat terkait pemanfaatan ruang. Tentunya sistem ini harus dijalankan sesuai petunjuk operasi.

“Dari Kecamatan Lubuklinggau kita bisa lihat kelemahan sistem ini apa, kita perbaiki dan optimalkan baru launching ke semua kecamatan,” ungkap Nobel Nawawi.

Selain itu sistem ini juga sebagai bank data DPUTR Kota Lubuklinggau, lalu diolah guna antisipasi terhadap penyimpangan tata ruang. Menurut Nobel Nawawi, penyimpangan tata ruang sulit dikendalikan, mengingat dalam melakukan pembangunan masyarakat hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan orang sekitar.

Ditambahkan Nobel Nawawi, selama ini dalam pengendalian penyimpangan tata ruang hanya dilakukan DPUTR Kota Lubuklinggau saja. Khususnya dibawah Kasi Pemantapan dan Pengendalian Ruang, yang memiliki 3 orang staf tentunya hal ini sangat sulit. Dengan adanya aplikasi ini, pihak kelurahan juga berperan dalam pengawasan agar pemanfaatan ruang sesuai regulasi dan perizinan.

Kasi Pemantapan dan Pengendalian Ruang, Opila menegaskan kedepan aplikasi ini tidak hanya sebatas dimanfaatkan pihak kelurahan saja. Tapi masyarakat juga berperan dalam pengawasan tata ruang, mengingat semua kalangan bisa mengakses aplikasi ini yaitu Simandaru.com.

Bahkan tidak menutup kemungkinan aplikasi ini juga dapat diunduh, dan diakses di smartphone.

“Kita evaluasi pemanfaatannya di Kecamatan Lubuklinggau Timur I,” ungkap Opila yang juga pencipta aplikasi Simandaru. (*)

Rekomendasi Berita