Anjal dan Pengemis Marak, Sat Pol PP Kembali Penertiban

LINGGAUPOS.CO.ID – Anak Jalanan (Anjal) kembali marak di Kota Lubuklinggau. Bahkan sejak pandemi Covid-19 dan jarang dilakukannya penertiban, mereka tidak takut-takut lagi meminta uang di lampu merah.

Hal ini membuat Sat Pol PP Kota Lubuklinggau terpaksa kembali ‘turun ke jalan’, untuk melakukan penertiban Anjal.

Kasat Pol PP, Walyusman melalui Danton Ops Sat Pol PP, Bambang Asdi. A SH mengatakan penertiban Anjal sebetulnya sudah menjadi kegiatan rutin mereka. Namun karena pandemi Covid-19, mereka difokuskan kegiatan penanganan Covid-19 bersama gugus tugas.

“Penertiban Anjal itu kegiatan rutin kita setiap hari, dengan dua kali patroli. Pertama pukul 11.00 WIB sampai dengan selesai, lalu kedua pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai. Maraknya kembali Anjal, ya kegiatan rutin ini kita aktifkan kembali,” kata Bambang, Jumat (17/7/2020).

Kemarin mereka kembali melakukan penertiban di tiga lokasi, yang memang rawan maraknya Anjal. Yakni di Jalan Yos Sudaro simpang RCA, Jalan A Yani Simpang lampu merah kenanga dan ketiga di simpang Bandara Silampari.

Hasilnya, 10 Anjal ditertibkan dan langsung mereka serahkan ke pihak Dinas Sosial. Karena kewenangan mereka hanya menertibkan dan mendata, pembinaan ada di Dinas Sosial.

“10 Anjal yang kita tertibkan ada anak punk yang sudah beberapa kali kita tertibkan. Lalu ada badut, manusia patung, dan Anjal datangan yakni dari daerah Rejang Lebong. Bahkan diantaranya, ada yang berstatus mahasiswa. Semuanya kita serahkan ke Dinsos,” ungkap Bambang.

Penertiban ini tegas Bambang, akan kembali dirutinkan agar ada efek jeranya bagi Anjal. Karena menurutnya, untuk saat ini penertiban belum begitu menjadi efek jera.

Terbukti, setelah ditertibkan, didata dan diserahkan ke Dinsos kembali lagi ke jalanan. Padahal ungkap Bambang, pihaknya bahkan sudah melakukan pembinaan, pemanggilan orang tua untuk Anjal dibawah umur untuk membuat surat pernyataan.

“Bisa saja jadwal patroli kita tambah pada malam hari, untuk menertibkan mereka yang mengemis malam hari,” ungkapnya.

Heri, warga Kelurahan Kenanga mengapresiasi upaya pemerintah melalui Sat Pol PP yang melakukan penertiban Anjal. Namun ia menyarankan agar pembinaannya betul-betul dimaksimalkan.

“Jangan sampai kegiatan penertibannya jadi terkesan sia-sia, karena setelahnya mereka kembali ke jalan. Karena kalau ditanya meresahkan tidak, pasti meresahkan. Mereka memaksa, berkeliaran dijalan dan membuat kita khawatir tertabrak,” ungkap Heri. (*)
Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita