oleh

Aniaya Teman Dihukum 16 Bulan

LINGGAU POS ONLINE – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau menghukum satu tahun empat bulan (16 bulan) terhadap Margono alias On warga Kecamatan Muara Megang Kabupaten Musi Rawas (Mura), Senin (29/7) di ruang sidang Cakra sekitar pukul 11.30 WIB.

Terdakwa duduk di kursi persakitan hanya bisa pasrah menerima putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Siti Yuristya Akuan SH didampingi Anggota Hakim Hendri Agustian SH dan Yopy Wijaya SH dengan Panitera Pengganti PP Zainal Abidin SH.

Menurut majelis hakim, terpidana terbukti bersalah melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP, yakni melakukan penganiayaan terhadap Darmanto Atmaja.

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan, prilaku terpidana dapat merugikan orang lain dan hingga saat ini pihak keluarga terpidana dan keluarga korban belum berdamai. Sedangkan hal-hal yang meringankan, terpidana mengakui akan kesalahannya, dan pada saat kejadian terpidana sempat meminta maaf kepada korban.

Vonis ini, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nanda Hardika SH. Sebelumnya JPU menuntut satu tahun enam bulan.

Adapun kronologis kejadian, Rabu 26 Desember 2018 sekira pukul 20.30 WIB, korban Darmanto bersama dengan temannya Aris menuju ke arah Muara Megang mengendarai sepeda motor.

Sesampainya di rumah terpidana, korban meminta ponsel Xiaomi A4 yang rusak oleh terpidana karena jatuh, tiga bulan sebelumnya. Namun terpidana belum memiliki uang untuk membayar ponsel tersebut di konter.

Korban berinisiatif mengambil ponsel, dengan menggadaikan helm GM miliknya dan dua liter minyak ke salah satu warung yang ada di dekat dengan rumah terdakwa.

Sekembalinya korban ke rumah terpidana, saat itu terpidana malah memarah-marahi korban, sambil berkata kepada korban “Buat malu saja kamu ini,” kata terpidana kepada korban.

Akan tetapi korban yang tidak terima langsung membalas dan terjadilah adu cekcok antara korban dan terpidana.

Korban yang tidak mau memperpanjang permasalahan langsung meninggalkan terpidana dan menuju sepeda motor miliknya. Ketika itu dari arah belakang terpidana melempar dua sandal jepit kepada korban, kemudian korban pun berkata “Kenapa kamu ini, aku mau pulang,” kata korban.

Terpidana yang tidak terima langsung melompat dan meninju korban sebanyak satu kali pas pada muka korban setelah itu terpidana yang sudah dipenuhi emosi malah melanjutkan pukulannya hingga membabi buta. Akan tetapi saat itu korban langsung menangkis pukulan terpidana, hingga mundur dan kembali ke teras rumah terpidana.

Terpidana yang tidak puas langsung mengambil sebilah golok yang tersimpan di atas meja dan membacok korban sehingga korban mengalami luka robek di bagian kepala belakang korban.

Terpidana yang saat itu langsung sadar langsung meminta maaf atas prilakunya, kemudian korban pun pergi pulang ke rumah temannya Aris.

Kemudian sesampainya korban pulang ke rumahnya, ia menceritakan seluruh kejadian tersebut kepada orang tuanya, akan tetapi semenjak kejadian tersebut, dari pihak keluarga terpidana tak kunjung datang.

Hingga akhirnya korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mengang Sakti untuk dilakukannya proses secara hukum. (yan)

Rekomendasi Berita