oleh

Angka Pengangguran Meningkat

MUSI RAWAS – Minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan di “Bumi Lan Serasan Sekantenan”, membuat angka pengangguran terhitung sejak 2018 mengalami peningkatan.

Hal itu dipastikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Aldianda Maisal melalui Kasi Statistik Sosial, Clara Tridiana kepada koran ini saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 6/2).

Berdasarkan data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2019, angka pengangguran tahun 2018 sebesar 3,23 persen. Jumlah tersebut mengalami peningkatan bila dibanding tahun 2017 lalu sebesar 2,8 persen atau mengalami peningkatan sebesar 0,43 persen.

Sehingga, pengangguran di Kabupaten Mura tahun 2017 menempati posisi ke empat terendah di Sumatra Selatan (Sumsel). Dan tahun ini meningkat satu tingkat menempati posisi lima terendah dari 17 kabupaten/kota di Sumsel.

Penyebab naiknya angka pengangguran ini, disebabkan karena meningkatnya jumlah angkatan kerja terutama para siswa yang tamat sekolah. Namun belum tertampung di lapangan kerja. Karena sebagian besar penduduk di kabupaten Mura kurang produktif, hal dilihat dari jam kerja normal 36 jam per minggu.

Mengingat kebanyakan usia produktif angkatan kerja yang ada di Kabupaten Mura ini berstatus sebagai pekerja keluarga, tidak dibayar,  dan buruh. Contohnya anak dan istri membantu orang tua menyadap karet, jadi yang punya penghasilan kepala keluarga saja, anaknya dan istrinya hanya membantu.

“Seharusnya langkah yang harus ditempuh untuk menurunkan angka pengangguran, yakni meningkatkan ragam usaha, dengan tersedianya lapangan pekerjaan,” kata Clara Tridiana.

Menurutnya, di Kabupaten Mura ini rata -rata banyak warga dengan pekerjaan petani, harusnya hasil pertanian ini diolah menjadi olahan industri. Ketika jadi olahan industri, dengan sendirinya lapangan pekerjaan akan tersedia. (dlt)

Rekomendasi Berita