oleh

Angka Kemiskinan Disebut Menurun

Diperkirakan Warga Miskin 55 Ribu Jiwa

Angka kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas (Mura) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami penurunan. Jumlahnya 14,30 % pada Tahun 2017.

Laporan Daulat, Muara Beliti

Kepala BPS Kabupaten Musi Rawas, Aidil Adha menjelaskan, bahwa turunnya angka kemiskinan di Musi Rawas disebabkan program–program Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan sudah menyentuh ke masyarakat.

Baik sektor pendidikan, mulai dari Gerakan Mura Sempurna Cerdas, ataupun sektor ekonomi program Gerakan Mura Sempurna Menanam.

“Tingkat kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas, itu bisa menurun jika tingkat pendidikannya meningkat, karena pendidikan menjadi indikator penting,” kata Aidil Adha kepada Linggau Pos, Jumat (6/4).

Lebih lanjut, kata Aidil Adha, untuk melihat tingkat kemiskinan, kita bisa melihat dari garis kemiskinan yang ada di wilayah Musi Rawas. Pada saat ini dalam satu rumah tangga pendapatan rata-rata Rp 1,6 juta per orang, sehingga kalau pendapatannya di bawah Rp 1,6 juta, maka bisa dikategorikan rumah tangga tersebut miskin.

“Nah, sekarang dengan adanya program tadi, bisa dipastikan dapat menambah penghasilan tambahan bagi masyarakat tersebut. Jadi intinya, akan sedikit membantu dalam segi pendapatan, walaupun tidak signifikan,” terang Aidil Adha.

Sementara jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Musi Rawas ini, sekitar 55 ribu jiwa, dan itu penduduk yang pengeluaran per kapitanya tidak sampai Rp 400 ribuan per bulan.

“Kalau dikaitkan dengan mata pencarian di Musi Rawas, 80 % adalah petani, dan yang termasuk miskin itu adalah petani. Jadi dengan program Gerakan Mura Sempurna Menanam, dapat menjadikan petani Makmur,” ujar Aidil Adha.

Dari 14 kecamatan dan 199 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Musi Rawas, berdasarkan persentase penduduk miskin paling besar adalah Kecamatan Selangit, dan jumlah penduduk miskin yang paling banyak adalah Kecamatan Megang Sakti.

“Dikatakan presentasenya besar, yaitu penduduk Kecamatan Selangit sedikit, dan untuk jumlah penduduk Kecamatan Megang Sakti jumlah penduduknya banyak. Tapi, untuk mata pencariannya sama, yaitu rata-rata petani karet,” ungkap Aidil.

Aidil Adha menambah, ia menargetkan untuk tahun 2018 kedepan ini, melihat kondisi dari Pemda Musi Rawas, kemungkinan penduduk miskin 2018 akan semakin menurun.

“Akan tetapi, sangat bergantung dengan harga komoditas karet. Karena, kalau harga karena semakin rendah, secara otomatis angka penduduk miskin di Musi Rawas akan bertambah,” tegas Aidil Adha. (*)

Rekomendasi Berita