oleh

Angka Kematian Akibat Lakalantas Meningkat

LINGGAU POS ONLINE, DEMPO – Angka korban Meninggal Dunia (MD) akibat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) wilayah hukum Polres Lubuklinggau di 2018 meningkat. Tercatat semester I, yakni Januari hingga Juni 2018, sudah ada 13 orang korban meninggal dunia akibat Lakalantas.

Pada semester I, dari Januari hingga Juni 2016 terjadi 57 kasus Lakalantas, dengan korban MD mencapai 16 orang, Luka Berat (Lurat) 32 orang dan korban Luka Ringan (Luring) ada 9 orang.

Di semester I 2017 angka Lakalantas turun, hanya terjadi 10 kasus Lakalantas yang masuk di Polres Lubuklinggau. Dari 10 kasus tadi, ada 5 korban MD dan yang menderita Lurat cuma 5 orang.

Tapi triwulan I 2018 kasus Lakalantas di Kota Lubuklinggau meningkat kembali, terjadi 13 kasus, bahkan jumlah korban MD mencapai 9 orang dan 4 orang korban menderita Luring.

Demikian dijelaskan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar didampingi Kasat Lantas, AKP Feby Febriyana kepada koran ini, Minggu (24/6).

Menurut Feby, kenaikan angka Lakalantas dan banyaknya korban MD dikarenakan para pengendara masih banyak melanggar aturan berlalu lintas, sebagaimana dikehendaki Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).

Dijelaskannya, pelanggaran yang sering menyebabkan terjadinya Lakalantas, dikarenakan pengendara kendaraan bermotor, terutama kendaraan roda dua, sering melawan arus, tidak memakai helm, berbonceng tiga dan kebut-kebutan.

Tetapi selama bulan suci Ramadan 1439 H tidak ada kasus Lakalantas yang menjadi korban yang tercatat di Polres Lubuklinggau. Kalaupun ada kejadian Lakalantas hanya serempetan, sehingga tidak menimbulkan celaka bagi pengendara atau penumpang kendaraan yang serempetan tadi.

Mengenai titik-titik yang dianggap rawan Lakalantas, menurut Feby, semua ruas jalan rawan Lakalantas. Artinya, tinggal para pengguna jalan baik pengemudi atau pejalan kaki harus berhati-hati dan mentaati aturan berlalu lintas. Memang ruas jalan yang sering terjadi Lakalantas adalah Jalan A Yani dan Yos Sudarso, disamping memang lalu lintasnya padat, juga masih ada pengendara yang melakukan kebut-kebutan, terutama para pengendara sepeda motor.

“Mereka yang rawan Lakalantas adalah pengendara sepeda motor yang usia produktif, yakni pelajar dan mahasiswa, karena sering melakukan kebut-kebutan,” kata Feby.

Feby menambahkan, salah satu upaya untuk menekan angka Lakalantas di Kota Lubuklinggau, pihaknya melakukan sosialisasi cara berlalu lintas ke sekolah-sekolah. Kemudian memasang spanduk dan melakukan razia di beberapa titik, dengan cara berpindah-pindah.(04)

Rekomendasi Berita