oleh

Anggota KPU Perempuan Pertama di Kota Lubuklinggau

Vera Yulita Mencatat Sejarah

Vera Yulita, SP mencatat sejarah masuknya keterwakilan perempuan sebagai Komisioner KPU Kota Lubuklinggau periode 2019-2024.

Laporan Aan Sangkutiyar, Lubuklinggau

SEJAK terbentuknya Kota Lubuklinggau tahun 2001, belum pernah ada keterwakilan perempuan terpilih sebagai Komisioner KPU Kota Lubuklinggau .

Srikandi kelahiran Kota Lubuklinggau 29 Juli 1973 lalu, dilantik Ketua KPU RI Arif Budiman di Hotel Horison Ultima Palembang, Senin (7/1).

Vera Yulita SP dilantik bersama empat Komisioner KPU Kota Lubuklinggau lainnya, yakni Topandri, Bambang Irawan, Riko Saputra dan Andre Affandi.

Sebagai satu-satunya komisioner perempuan di KPU Kota Lubuklinggau, jelas jadi pengalaman tersendiri bagi Vera Yulita karena sebelumnya belum ada komisioner perempuan.

Tapi, hal itu tidak membuat dirinya merasa terbebani, karena akan bekerja dengan segala kemampuan yang dimilikinya, guna menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

Maklum, sebelumnya ia sudah pernah berkecimpung di dunia penyelenggara di tingkat bawah, jadi ia sudah mengetahui kendala yang kerap terjadi ditingkat bawah. Bahkan, pada 1999 lalu telah jadi relawan pemantau pemilu forum rektor.

“Insya Allah semuanya akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan, pemilu berjalan aman, tertib dan lancar,” kata Vera Yulita yang menjabat sebagai Komisioner KPU Kota Lubuklinggau, Divisi Informasi Program Data dan Perencanaan.

Menurut istri Aspuda Ferdiansie yang juga mantan Komisioner KPU Kota Lubuklinggau ini, dalam menjalankan tugas sebagai Komisioner KPU Kota Lubuklinggau, dirinya akan solid dengan empat rekannya untuk menghasilkan lembaga penyelenggara pemilu yang berintegritas.

Bahkan, dirinya bersama empat komisioner lainnya telah berkomitmen untuk menjadikan KPU Kota Lubuklinggau sebagai lembaga independen, berintegritas, transparan, dan solid antar sesama komisioner.

Ibu dari Alfi Aushaf Fernanda, Alya Aisyah Maharani dan Alda Safira Mahadewi, merupakan putri pasangan H Amseri Saman dan Hj Misiati Uning.

Vera Yulita banyak menghabiskan masa kecil di Kota Lubuklinggau, yakni tamatan SD Negeri 11 Lubuklinggau pada 1985, SMP Xaverius Kota Lubuklinggau tamat 1988 dan SMA Xaverius tamat 1991.

Barulah saat kuliah dia ke luar Kota Lubuklinggau, dengan menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), ambil Fakultas Pertanian dan selesai pada 1996.

“Saya kuliah ke Palembang, karena sejak SD sampai SMA di Kota Lubuklinggau. Coba, mandiri jauh dari orang tua,” jelasnya.

Selesai kuliah Vera Yulita langsung bekerja sebagai pengelola Laboratorium SMPN 3 Lubuklinggau 1996-1997, pada 1997-1998 jadi guru honorer mata pelajaran Biologi di tempat yang sama. Selanjutnya pada 2000-2003, hijrah ke SMK Kehutanan Wahana Silampari Kota Lubuklinggau, kemudian kembali lagi ke SMPN 3 Lubuklinggau mengajar Fisika pada 2002-2003, selanjutnya mengajar di SMP Al-Ikhlas pada 2005-2007, terakhir pada 2017 menjabat sebagai Direktris CV Alfa Pratama Lubuklinggau.

Kemudian, pengalaman organisasi Vera Yulita, yakni HMJ Takper UMP 1992-1996 sebagai anggota, lalu Gema Persada FP UMP 1992-1996 sebagai anggota. Kemudian Baitul Arqam IMM Komisariat FP UMP 1994-1996, selanjutnya pembina Pramuka SMPN 3 Kota Lubuklinggau pada 1996-1998. Bendahara di Palma Foundation pada 2002-2018, lalu kembali jadi bendahara di Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Lubuklinggau pada 2015-2018, dan terakhir sebagai Anggota Pengurus Daerah Aisyiyah Kota Lubuklinggau pada 2018 sampai sekarang. (*)

Rekomendasi Berita