oleh

Anggota DPRD Sumsel Kunker ke Pemkot Lubuklinggau

LINGGAU POS ONLINE – Tujuh orang anggota DPRD Provinsi Sumsel, Rabu (18/12/2019) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkot Lubuklinggau.

Kedatangan Anggota DPRD Sumsel dari dapil 8 tersebut diterima oleh Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar didampingi sejumlah Kepala OPD di Op Room Dayang Torek.

Di hadapan anggota dewan, Wawako memaparkan Kota Lubuklinggau tidak mempunyai sumber daya alam (SDA) seperti kabupaten lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun demikian, Pemkot Lubuklinggau terus berusaha meyakinkan para investor agar menanamkan modalnya di daerah ini.

Lebih lanjut Wawako menjelaskan dalam memenuhi hak masyarakat Pemkot Lubuklinggau telah mengembangkan Rumah Sakit Siti Aisyah, penyedian mobil pelayanan kesehatan, penyedian bus pelajar dan bentuk pelayanan lainnya.

“Pada periode kedua ini, kami terus berupaya meningkatkan infrastruktur dasar dan ketersediaan air bersih,” ujarnya.

Selain itu Pemkot Lubuklinggau juga telah menyelesaikan permasalahan aset baik dengan PT Cikencreng, Pemkab Musi Rawas dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Khusus persoalan aset dengan PT Cikencreng, secara umum sudah clear, tetapi masih memerlukan pendekatan kepada masyarakat yang menguasi lahan tersebut.
Demikian pula masalah aset dengan PT KAI.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan selesai sehingga kita bisa mengelola pasar Inpres dengan maksimal,” ucap Wawako.

Anggota DPRD Sumsel dari Partai Golkar, Hasbi Asadiki mengatakan mereka berharap dengan anggaran yang tersedia, kiranya dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Setelah bekunjung ke Kota Lubuklingau, mereka juga akan berkunjung ke Kabupaten Musi Rawas. Bahkan dijelaskannya dari kunjungan Gubernur Sumsel ke kawasan wisata di Petanang beberapa waktu lalu, akan ada bantuan Rp 20 Milyar. “Semoga hal ini segera terealisasi,” imbuhnya.

Terkait masalah air bersih, pihaknya terus berupaya membantu Kota Lubuklinggau.
Anggota DPRD Sumsel A Gani Subit dari Partai Demokrat menambahkan ada 30 persen dana yang ada di Komisi V khusus untuk sektor Pendidikan dan Kesehatan.

“Masalah pendidikan, kamj masih menerapkan sekolah gratis dan untuk baju SMA dan SMK akan disiapkan oleh sekolah. Hal ini akan segera ditindaklanjuti agar program sekolah gratis bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Sedangkan bidang kesehatan, kita akan perjuangkan berupa peningkatan pelayanan rumah sakit yang ada,” kata A Gani Subit.

Anggota DPRD Sumsel, H Toyeb Rakembang dari PAN menambahkan masalah Gedung Subkos dulu ramai dikunjungi orang, tetapi sekarang sepi. Kondisi ini tentunya cukup memprihatinkan.

Maka dari itu dirinya menyarankan agar Gedung Subkos direhap kembali karena Gedung Subkos merupakan salah satu Icon Kota Lubuklinggau.

Soal panti jompo juga harus diperhatikan karena menyangkut rasa kemanusian. Masalah sekolah terutama SMA Negeri, sekolahnya gratis, tetapi ada iuran-iuran bulanan.

“Kondisi itu harus dikoreksi karena membebani masyarakat,” ujar H Toyeb Rakembang.

Anggota DPRD Sumsel H Novian Fauzi dari Partai Nasdem ikut memberikan masukan kepada Pemkot Lubuklinggau. Menurutnya Lubuklinggau kota dagang dan mempunyai slogan Linggau BISA. Kondisi ini harus disupport agar lebih maju lagi.

“Kami dari Komisi III sangat mendukung hasil kunjungan Gubernur Sumsel dalam rangka membantu pesantren yang ada di Kota Lubuklinggau serta kunjungan ke tempat ibadah beberapa waktu lalu,” katanya.

Sedangkan Anggota DPRD Sumsel HM Subhan dari PKS menambahkan pihaknya menyarankan agar memperbanyak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai upaya mendorong peningkatan PAD.

Sebagai informasi, anggota DPRD Sumsel yang melakukan kunker ke Kota Lubuklinggau sebanyak tujuh orang yakni H Hasbi Asadiki (Partai Golkar), H Novian Fauzi (Partai Nasdem), A Gani Subit (Partai Demokrat), Toyeb Rekembang dari PAN, Rita Suryani dari PDIP, H Burlian (Gerindra), dan H.M. Subhan dari PKS. (*)
Sumber Diskominfo Lubuklinggau

Rekomendasi Berita