oleh

Anggota Dewan Harus Lebih Meyakinkan

Dr Joko Siswanti (Pengamat Politik)
“Bagi anggota dewan yang nyalon lagi pada Pileg 2019 nanti, tunjukkan prestasi bahwa motivasi mencalonkan diri itu bukan untuk kepentingan pribadi….”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Menjadi anggota legislatif merupakan impian sebagian orang. Bahkan, sekalipun sudah dua periode, kerap kali anggota DPRD yang bersangkutan mencalonkan lagi untuk yang ketiga. Ini tidak terlepas dari tidak adanya aturan ambang batas menjadi anggota legislator.

“Ya, memang jadi anggota dewan itu tidak ada batasannya. Kalau Walikota/Bupati kan maksimal dua periode. Kalau anggota dewan tidak,” jelas Pengamat Politik, DR Joko Siswanto, Sabtu (28/4).

Menurutnya, selain idealisme untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat, secara tersirat Joko Siswanto memastikan tentu ada motivasi pribadi.

“Ya sekalipun tidak tersurat, kan tersirat. Orang itu kalau sudah menikmati kekuasaan pengennya di sana terus. Karena sudah menikmati fasilitas, gengsi, terhormat dan harga diri bisa terpenuhi. Makanya, maunya status itu bertahan terus. Pak Tjahjo Kumolo misalnya, enam periode jadi anggota DPR RI,” jelas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) itu.

Dr Joko Siswanto menganalisa, di Indonesia ini kemauan legislator untuk nyalon lagi akan terus terjadi selama kesehatan masih memungkinkan.

Fenomena ini, tegasnya, tentu ada kelemahannya.

“Sebab orang itu ada titik kejenuhan. Semangatnya pasti sudah luntur. Ketika usia sudah mencapai batas tertentu, sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Makanya PNS ada usia pensiun. Dosen juga gitu. Kalau analisa saya, jadi anggota DPRD tiga periode maka pada periode keempat sudah tidak ada greget lagi,” imbuhnya.

Terlebih jika tantangannya sama, di tingkatan yang sama misalkan DPRD Kota Lubuklinggau selama tiga periode.

“Kecuali kalau dua periode jadi anggota DPRD Kota/Kabupaten. Lalu naik dua periode lagi jadi anggota DPRD Provinsi, lalu naik lagi dua periode jadi anggota DPR RI. Ini baru tantangannya tidak membosankan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Joko menyarankan, bagi anggota dewan yang nyalon lagi tahun 2019 nanti, tunjukkan prestasi bahwa motivasi mencalonkan diri itu bukan untuk kepentingan pribadi.

“Tunjukkan bahwa saya mencalonkan lagi untuk kepentingan masyarakat, meskipun tujuan pribadi itu pasti ada. Karena Pak Tjahjo Kumolo pernah bilang, paling enak jadi anggota dewan,” jelasnya.

Terpisah, Divisi Teknis KPU Kota Lubuklinggau, Gatot Widjianto saat dibincangi Sabtu (28/4) juga membenarkan baik dalam PKKU maupun Surat Edaran (SE) KPU RI, tidak ada batasan periode untuk para legislator.

Ia mengatakan, sebagai penyelenggara pemilu, KPU hanya menerima dan memverifikasi pengajuan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang diajukan Parpol.

“Kami hanya memverifikasi Bacaleg yang diajukan Parpol, sesuai dengan syarat dan ketentuan yakni tamatan SMA/Sederajat,” jelasnya, kemarin.

Ia melanjutkan, dalam verifikasi tersebut semuanya diperlakukan sama, baik incumbent maupun Bacaleg baru, keabsahan berkas mereka diverifikasi semua.

“Kalau ada berkas yang tidak lengkap, berkasnya dikembalikan ke Parpol, baik Bacaleg baru maupun incumbent. Intinya, tidak ada yang diistimewakan semuanya sama,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua I DPRD Kota Lubuklinggau, Taufik Siswanto yang sudah dua periode menjadi anggota legislator, yakni periode 2009-2014 dan 2014-2019 besar kemungkinan akan maju kembali sebagai anggota legislator DPRD Kota Lubuklinggau.

Ia mengatakan, hal itu dilakukannya karena perintah dari Partai Demokrat, yang mengutamakan kader internal dan pekerja. Dan itu sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) di AD/ART Partai Demokrat.

“Insya Allah kalau partai menginstruksikan, saya akan kembali nyalon kembali,” jelasnya.

Hal yang sama, disampaikan oleh Ketua DPC PBB Kota Lubuklinggau, Hendi Budiono yang juga akan kembali maju periode ketiga.
Menurut dia, tidak ada aturan yang melarang nyalon tiga kali di tempat yang sama, termasuk AD/ART PBB.

“Motivasi untuk kembali maju, karena masih ingin berbuat yang lebih baik lagi untuk masyarakat. Semoga, masyarakat juga berpikiran sama, sehingga dapat terpilih lagi periode ketiga,”jelasnya.

Pengamat Politik, Andreas Leonardo mengatakan bahwa mengenai anggota dewan kembali mencalon diri untuk menjadi anggota dewan sebenarnya itu hak pribadi seseorang pastinya tidak boleh halang-halangi asalkan tidak menyalahi aturan yang berlaku.

“Itu hak anggota dewan itu sendiri, namun saat mencalonkan diri harus mengikuti prosedur jangan menyalahi aturan,” kata Adreas Leonardo, Sabtu (28/4).

Andreas Leonardo menjelaskan, selain itu adanya anggota dewan ingin mencalonkan diri mungkin dikarenakan ada peluang bagi dirinya untuk kembali terpilih menjadi anggota dewan.

“Berarti masih banyak masyarakat percaya dan membutuhkannya sebagai wakil rakyat,” jelas Andreas Leonardo.

Disinggung apakah ada faktor status sosial?

“Kalau itu bukan menjadi faktor ataupun alasan, karena dewan itu adalah wakil rakyat pastinya lebih mementingkan kepentingan rakyat,” ucapnya.

Kembali disinggung bagaimana sebaliknya?

“Jika memang sebaliknya, lebih baik tidak mencalonkan diri, karena masih banyak wakil rakyat yang mengutamakan kepentingan rakyatnya dibandingkan kepentingan pribadi,” tutupnya.(02/01/03)

Rekomendasi Berita