oleh

Anggaran Tunjangan Penghasilan Pegawai Dikurangi

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Kabar tak sedap untuk PNS di lingkungan Pemkab Rejang Lebong. Anggaran Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk PNS dari Rp 55 miliar dikurangi menjadi Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar.

“Dari Rp 55 miliar dikurangi menjadi Rp 15 miliar sampai Rp 20 miliar,” kata Sekda Rejang Lebong, RA Deny ditanya Linggau Pos, Selasa (23/1) di ruang kerjanya.

Sekda menyatakan pengurangan anggaran TPP setelah dilakukan pembahasan bersama DPRD Rejang Lebong.

“Anggaran untuk TPP tapi mungkin bukan untuk satu tahun ini, tapi sampai perubahan anggaran,” jelasnya.

Pengurangan anggaran TPP, kata Sekda, untuk menutupi kekurangan pos-pos lain yang belum tertutupi.

“Nanti APBD perubahan akan dibahas antara bulan Juni Juli, nanti untuk TPP ini dimasukkan lagi,” katanya.

Terkait pembayaran TPP, dimungkinkan akan dirapel pada Februari mendatang. Pasalnya, saat ini masing-masing OPD masih mempelajari bagaimana membuat laporan.

“Selama ini belum pernah membuat laporan dan selain masih mempelajari juga mekanisme di BKD,” jelas RA Deny.

Sekda memaparkan saat membuat laporan saat ini masing-masing PNS membuat laporan setiap hari.

“Kalau sekarang kan masih membuat laporan setiap hari, kalau setiap hari membuat laporan, laporan tersebut harus ditandatangani setiap hari, alangkah banyaknya ngabiskan kertas kalau setiap hari satu orang satu lembar kali sebulan,” kata RA Deny.

Menurutnya, kondisi ini masih dipelajari apakah nantinya masing-masing PNS membuat laporan direkap selama satu bulan baru ditandatangani.

“Kalau nanti dibuat laporan satu bulan sekali artinya bisa menghemat dan ini masih dipelajari,” tambah RA Deny.

Di Rejang Lebong, tambah RA Deny, jumlah PNS bukan termasuk guru kurang lebih 3 ribu orang.

“Untuk pembayaran sendiri tentu masing-masing OPD berbeda meskipun eselon sama. Contoh eselon III kabid dengan eselon III camat tentu berbeda, kinerjanya lebih berat camat,” jelas RA Deny.

Kemudian, dalam melakukan penilaian dilakukan dengan sistem 40-60 %.

“40 % kinerja 60 % disiplin. Intinya kita mengajak kawan-kawan masuk kerja. Sehingga pekerjaan kantor bisa dikerjakan salah satunya dengan masuk kerja, kalau tidak masuk berarti mereka tidak kerja,” tutupnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita