oleh

Anggaran Pembangunan IPAL Lapas Dibahas DPRD

Solusi Sementara Tempat Pembuangan Ditutup

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Tidak hanya warga RT 05, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II yang kembali mempersoalkan limbah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lubuklinggau. Anggota DPRD Kota Lubuklinggau juga terus mengingatkan eksekutif, untuk mencarikan solusi atas keluhan tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh juru bicara Fraksi Indonesia Raya Adil Sejahtera (IRAS), Suhada ketika menyampaikan pemandangan umum fraksi mereka.

“Kita meminta, agar ini menjadi perhatian pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Murdianto menegaskan, anggaran untuk pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Lapas, sudah masuk dalam RAPBD 2018 yang saat ini sedang dibahas oleh DPRD.

“Untuk anggarannya saat ini sedang dibahas. Kita berharap bisa dianggarkan, untuk menyikapi permasalahan ini. Walaupun ada perubahan, pada awal direncanakan dianggarkan Rp 1 miliar, namun kemungkinan dibahas hanya Rp 500 juta,” kata Murdianto.

Namun sementara eksekutif dan legislatif membahas hal ini, pihaknya berharap ada upaya dari pihak Lapas. Mengingat pembahasan hingga anggaran disahkan dan bisa direalisasikan cukup lama. Dan anggaran bisa digunakan tahun 2018.

Sementara limbah cair dari pembuangan Lapas Kelas IIA Lubuklinggau sudah sangat dikeluhkan warga setempat. Pasalnya bau busuk yang menyengat hidung, yang mengganggu kenyamanan dan ketenteraman mereka. Tempat pembuangan limbah Lapas saat ini, sangat dekat dari rumah warga sekitar, apalagi di sana ada kolam dengan adanya genangan limbah.

“Dan di sana, limbahnya semua berasal dari Lapas. Saran saya, untuk sementara ini tutup dulu tempat pembuangannya. Supaya baunya tidak meresahkan warga setempat,” ungkapnya.

Pihaknya pun dalam waktu dekat, segera meninjau langsung lokasi yang dikeluhkan warga.

“Kita ingin lihat, sejauh mana kondisi limbah yang dikeluhkan warga tersebut. Sebelumnya, kita sudah pernah meninjau ke sana. Kita juga akan berkoordinasi dengan Kalapas baru, untuk mencarikan solusi atas keluhan warga,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak Lapas diminta pihak DLH agar sesegera mungkin membuat IPAL. Pihaknya terus mengingatkan pihak Lapas, untuk segera meminta bantuan kepada pemerintah untuk segera membangunkan IPAL.

Saat ini limbah yang ditimbulkan masih sebatas limbah domestik. Limbah juga tidak semua berasal dari Lapas, namun sebagian juga berasal dari masyarakat. Ia juga memastikan, limbah bukan berasal dari kotoran, namun hanya dari air bekas mandi maupun bekas cucian piring dan limbah rumah tangga lainnya.

“Namun tetap, IPAL harus segera dibangun. Karena itu satu-satunya solusi, agar masyarakat tidak mengeluhkan air limbah di sana. Kita terus mengingatkan, dan menyarankan agar pihak Lapas segera berkoordinasi secepatnya ke pemerintah,” tegasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita