oleh

Anggaran Eksekusi Mati Masih di Meja DPR

JAKARTA – Pelaksanaan eksekusi mati 11 terpidana mati kasus narkoba oleh Kejaksaan Agung sudah dua tahun menggantung. Selidik punya selidik, menggantungnya eksekusi ini akibat ketiadaan anggaran, bukan desakan dari lembaga HAM Internasional.

Dari info yang dihimpun Fajar Indonesia Network, Komisi Kejaksaan RI tengah mengajukan anggaran eksekusi mati 10 terpidana mata ke Komisi III DPR RI.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Komisi Kejaksaan RI, Erna Ratnaningsih mengakui, anggaran eksekusi sudah diteken Jaksa Agung HM Prasetyo dalam rapat kerja kepada Komisi III DPR pertengahan 2018 lalu. Sayangnya, Erna tidak bicara secara detail dan rinci pos anggaran tersebut. “Jadi dari total usulan jumlah anggaran, sebagian dipergunakan untuk eksekusi mati tahun ini, ya semua terpidana mati,” katanya di Jakarta, Selasa (15/1).

Di sisi lain, Erna mengaku tidak mengetahui penundaan selain faktor biaya. Selain masalah finansial, Erna Kejagung masih menunggu proses hukum terpidana mati hingga benar benar inkracht. Mungkin masih ada terpidana yang melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) dan lainnya, terangnya.

berharap jika proses atau status hukum sudah inkracht terpidana mati khususnya kasus narkoba bisa langsung dilakukan eksekusi mati oleh kejaksaan selaku eksekutor, agar ada kepastian hukum. Apalagi jika anggaran pelaksanaan eksekusi mati sudah disetujui. Artinya pelaksanaan dapat dilakukan dalam waktu dekat. “ya bisa dieksekusi jika sudah ada anggaranya,” tutupnya.

Sementara, Jaksa Agung HM Prasetyo tidak menggubris pertanyaan awak media saat dikonfirmasi soal pelaksanaan eksekusi mati yang tak kunjung dilakukan beberapa tahun belakangan ini. “nanti saja soal itu,” singkatnya beberapa waktu lalu.

Kejaksaan Agung melakukan eksekusi mati terakhir tahun 2016 lalu, dengan memasukan 14 tepidana mati, namun hanya empat orang yang telah dieksekusi. Keempat terpidana yang dieksekusi yakni Michael Titus Igweh (Nigeria), Freddy Budiman (WNI), Humphrey Ejike (Nigeria) dan Seck Osmane (Senegal) di Lapangan Tunggal Panaluan, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (29/7/2016). (lan/fin/tgr)

11 terpidana mati yang belum dieksekusi :
1. Humphrey Jefferson (WN Nigeria),
2. Ozias Sibanda (WN Nigeria),
3. Eugene Ape (WN Nigeria),
4. Obina Nwajagu (WN Nigeria)
5. Okonkwo Nonso Kingsley (WN Nigeria),
6. Merri Utami (Indonesia),
7. Agus Hadi (Indonesia)
8. Pujo Lestari (Indonesia),
9. Gurdip Singh (WN India),
10. Zulfiqar Ali (WN Pakistan)
11. Frederick Luttar (Nigeria).

Rekomendasi Berita