oleh

Ancam Sembelih, Warga Lubuklinggau Perkosa Anak Kandung

-Kriminal-4.338 dibaca

LINGGAU POS ONLINE – Tim Buru Sergap (Buser) Polres Lubuklinggau, Kamis (27/6) sekitar pukul 17.00 WIB menangkap Imran Efendi (34) warga Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Pasalnya Imran yang sehari-hari berjualan buah, diduga menyetubuhi anak kandungnya, SN (15). Terakhir terjadi, Sabtu 4 Mei 2019 sekitar pukul 22.00 WIB di kediaman tersangka.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Reskrim, AKP Rivow Lapu menjelaskan kasus ini dilaporkan ke Polres Lubuklinggau, Rabu, 15 Mei 2019.

“Setelah mendapatkan laporan dan memeriksa saksi-saksi, kami lakukan penyelidikan. Terakhir tersangka diketahui berada di Pasar Bukit Sulap sedang jualan buah,” jelas Kasat Reskrim.

Tim Buser dipimpin Aiptu Suwarno langsung mengamankan tersangka yang sedang berjualan. Selanjutnya diamankan ke Polres Lubuklinggau.

Kronologis kasusnya, ditambahkan Kasat Reskrim, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap korban, tersangka tiga kali memerkosa korban, selain itu juga melakukan pencabulan sebanyak tujuh kali.

“Adapun hasil dari visum, korban mengalami luka di daerah kewanitaan,” kata Kasat.

Aksi tersebut dilakukan tersangka saat istrinya sedang tidak berada di rumah. Diketahui istri tersangka (ibu korban, red) juga berjualan di Pasar Satelit, namun berjualan pada malam hari. Sehingga di rumah, hanya korban dan tersangka.

Kondisi ini, tersangka langsung melakukan aksinya. Tersangka juga mengancam menyembelih korban agar tidak melaporkan kepada ibunya.

“Ibu korban tadi sudah datang ke Polres dan mengucapkan terima kasih. Ia mengaku geram dengan perbuatan suaminya,” tambah Kasat.

Sementara itu, tersangka Imran Efendi saat dikonfirmasi Linggau Pos membantah melakukan pemerkosaan terhadap anaknya. Ia hanya mengakui bahwa ia mencabuli anaknya tiga kali.

“Saya hanya meraba-raba tubuh korban saja sebanyak tiga kali, dan saya merasa tidak memerkosanya. Kalau saya perkosa, mungkin sekarang dia hamil,” kata tersangka.

Selain itu, tersangka Imran mengatakan, ia tertangkap ketika ia sedang berjualan buah jeruk di Pasar Bukit Sulap.

“Saya mempunyai anak empat. Dia (korban, red) anak pertama saya,” kata tersangka.(yan)

Rekomendasi Berita