oleh

Anakku Sering Diejek Tetangga

Namaku sebut saja, Bunga (37) seorang ibu rumah tangga dengan satu orang anak yang saat ini berumur 9 tahun hasil buah hatiku bersama suamiku berinisial, AO (40).

Saat ini aku tinggal di Kota Lubuklinggau tepatnya di Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Salah satu kota bisa dikatakan cukup maju, karena banyak mengalami perubahan peningkatan pembangunan serta Sumber Daya Manusia (SDM).

Hidup ku bersama dengan suamiku serta anakku cukup bahagia walaupun hidup kami hanya pas-pasan, aku bekerja sebagai penjual sayur. Sedangkan suami bekerja sebagai kuli bangunan dan kadang-kadang menjadi tukang ojek saat habis masa borongan sebagai kuli bangunan.

Sama seperti keluarga pada umumnya merasakan kebahagian keluarga berkumpul, hanya saja ada yang mengajal di hatiku dan suamiku yakni anakku terlahir berbeda dari anak-anak pada umumnya. Terlahir sebagai anak yang sakit atau lebih sering dikenal dengan sebutan keterbelakangan mental.

Saat dalam kandungan sama seperti ibu-ibu pada umumnya tidak melakukan perbuatan ataupun tingkah laku yang aneh-aneh baik aku ataupun suamiku. Seperti membunuh hewan, mengejek orang ataupun hal-hal mitos yang dipercaya bisa berpengaruh terhadap kandunganku.

Hingga tiba suatu saat aku melahirkan, awalnya anakku lahir sama seperti anak ataupun bayi pada umumnya. Namun menjelang umurnya 5 tahun ada perbedaan dari anakku dibandingkan anak-anak lain yakni agak lemot, tulalit dan sering mengeluarkan air liur.

Awalnya biasanya saja mungkin karena anak pada umur 5 tahun seperti itu. Namun lama-kelamaan hingga umurnya saat ini 9 tahun tingkah lakunya tidak wajar seperti keterbelakangan mental.

Namun kondisi anakku saat ini aku terima dengan lapang dada bersama dengan suamiku, hanya saja kadang-kadang sering mendengar sindiran dari tetangga bahwa anakku tidak sempurna ataupun sebutan dengan oon.

Jujur saat dengar perkataan dari mereka kadang-kadang membuat hatiku sakit, tetapi dalam hati kecilku berdoa agar suatu saat diberikan hidayah agar anakku diberi kesehatan dan normal seperti anak-anak pada lainnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita