oleh

Anak SD-TK Palm Kids Tampil di Art Festival

LINGGAU POS ONLINE, BAGAS RAYA – TK maupun SD Palm Kids sangat konsern dalam memupuk jiwa seni, kreativitas dan kepercayaan diri anak. Bahkan sekolah ini, juga memiliki cara khusus dalam mengajak masyarakat agar peduli terhadap kelestarian alam.

Salah satu agenda yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun yakni TK-SD Palm Kids Festival. Acara yang digelar Minggu 13 Mei 2018 lalu itu mengusung tema ‘Save The Earth’ (Jaga Bumi).

Seluruh anak TK dan SD Palm Kids tampil menggemaskan dengan ragam keterampilan mereka di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Bagas Raya, Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Anak-anak menunjukkan kepiawaian mereka dalam menari, gerak dan lagu, musikalisasi puisi, pantomim, story telling, puppet show, drama komedi, sampai pertunjukan produk daur ulang.

Ketua Yayasan Palm Kids Pusat Palembang, Ir Willius Ruslim yang hadir pada kesempatan itu, memberikan apresiasi.

“Melihat kreativitas anak-anak ini, saya berharap orang tua terus mengasah bakat dan potensi anak ini. Selain di sekolah dapat perhatian khusus dari guru, di rumahpun jangan sampai orang tua menghabiskan waktu hanya dengan gadget-nya. Karena kalau terlalu sibuk dengan gadget bisa melemahkan kepedulian kita terhadap keberadaan dan kelestarian alam,” jelasnya.

Ir Willius juga mengapresiasi kerja keras guru pembimbing TK dan SD yang berjuang maksimal untuk memotivasi anak didik berani menampilkan keterampilan mereka.

Perlu diketahui, TK Palm Kids saat ini juga tengah membuka empat level mulai dari umur 1,8 tahun sampai 6 tahun. Khusus SD Palm Kids membuka 1 lokal, dan untuk SMP Palm Kids membuka 1 lokal.

Ir Willius didampingi Kepala SD Palm Kids, Miss Rita menerangkan salah satu nilai plus anak-anak yang dididik di Palm Kids ini terbiasa untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris

“Mereka juga dididik untuk memiliki karakter yang baik serta dilatih untuk percaya diri,” jelas Ir Willius.

Program unggulannya, kata Ir Willius, di TK, SD maupun SMP Palm Kids menggunakan kurikulum nasional plus (memadukan kurikulum lokal dengan pendekatan ‘inquiry based learning’), dengan bahasa pengantar bilingual (Indonesia dan Inggris), yang berbasis pendidikan karakter.(02)

Rekomendasi Berita