oleh

Anak Punk Meresahkan

LINGGAU POS ONLINE, TABA PINGIN – Ulah anak punk di sekitar Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I meresahkan. Tak hanya tidur sembarangan, komunitas anak punk kerap ngamen paksa. Jika masyarakat tak memberi, kata kasar mulai terlontar dari mulut anak punk ini.

“Kalau nggak diberi uang, terkadang mereka mengeluarkan kata-kata kasar. Ini yang buat kami jengkel,” kata Deva Nopriansyah kepada Linggau Pos, Minggu (12/11).

Menurut Deva, perilaku tidak menyenangkan oleh komunitas anak punk tersebut membuatnya dan beberapa teman semakin jengkel.

“Terkadang karena begitu kasarnya kata-kata yang dilontarkan anak punk membuat kami emosi hingga beberapa kali kami hampir adu jotos,” katanya.

Mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Lubuklinggau ini meminta secepatnya pemerintah bertindak nyata.

“Ini sudah keterlaluan dan memancing kericuhan, kalau pemerintah tidak bertindak cepat maka bukan tidak mungkin akan timbul konflik kekerasan,” ungkap Deva.

Di lain sisi, Mardiana seorang pedagang Pujasera Kompi turut membenarkan.

“Mereka kadang setengah telanjang. Itu sama artinya porno. Karena kebanyakan anak punk terutama yang perempuan berpakaian tidak pantas. Selain itu, mereka yang berpasangan juga terkadang saling berciuman di muka umum banyak tanpa memikirkan situasi dan kondisi,” keluh Mardiana.

Sementara itu Kabid Ops Sat Pol PP Kota Lubuklinggau, Agum saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya terus rutin lakukan penertiban, untuk mengatasi keresahan warga dengan banyaknya anak punk.

Bahkan Sabtu (13/11) kemarin, pihaknya baru saja melakukan penyisiran ke tempat-tempat sering berkumpulnya anak punk.

“Kemarin Kasat Pol PP bersama Kasi Ops menyisiri simpang RCA, Kelurahan Jawa Kanan SS Kecamatan Lubuklinggau Timur II,” ungkapnya.

Pihaknya pun kedepan, akan terus rutin melakukan razia.

“Karena mereka bukan berasal dari Lubuklinggau, namun dari Aceh dan Semarang makanya kita minta untuk pergi ke daerah asal mereka. Kedepan, kita koordinasikan kembali dengan Dinas Sosial, untuk daerah-daerah lainnya,” jelas Agum. (19)

Komentar

Rekomendasi Berita