oleh

Anak Punk Membandel

Mengaku Tidak Ingin Membebani

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Anak punk, sampai saat ini masih berkeliaran dan meresahkan warga. Halte bus di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, masih menjadi lokasi mereka mangkal setiap harinya.

Salah satu anak punk, Rio (17) mengaku, jika dirinya alumni SMA Negeri 2 Lubuklinggau. Kini tinggal di Kelurahan Amula Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

“Saya ini belum bisa bekerja karena KTP saya belum selesai. Karena tidak mau membebani orang tua makanya saya sering keluar, dan berkumpul dengan anak-anak yang lain,” kata Rio didampingi teman-temannya yang lain, yakni Angga dan Andes.

Rio mengaku hampir setiap hari, ia ‘nongkrong’ di halte bus tersebut. Ia mengaku sengaja tidak mau pulang ke rumah pada siang hari, karena takut membebani orang tuanya.

“Kebetulan saja hari ini banyak yang tidak kumpul, karena ada teman kami yang menikah. Nanti juga pasti datang ke sini,” singkatnya.

Ketika ada konser punk di luar daerah, ia mengaku sering bersama teman-temannya yang lain berangkat.

“Bapak saya wiraswasta, ibu saya hanya ibu rumah tangga biasa. Jadi kalau siang hari saya di rumah tentu saja bisa membebani orang tua, makanya sering keluar. Tapi saya tidak ngelem, saya memang anak punk tapi kami marah kalau dikatakan anak ngelem,” tegasnya.

Rio sendiri mengatakan pulang ke rumah untuk mandi dan berganti pakaian, dirinya sudah pernah mencari kerja. Tetapi karena sulit, sehingga memilih untuk berkumpul bersama teman-temannya saja.

“Khawatir sih kalau ada human trafficking, tapi sejauh ini tidak ada. Apalagi anak punk yang perempuan, tidak ada yang sampai dibawa ke Bandung atau apapun itu. Masih aman-aman saja kalau di Kota Lubuklinggau ini,” imbuhnya. (CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita