oleh

Anak Punk Berkeliaran Dikeluhkan Warga

LINGGAU POS ONLINE, TUGUMULYO – Beberapa hari terakhir warga di Desa F Trikoyo Kecamatan Tugumulyo diresahkan dengan banyaknya anak punk, yang berkeliaran di Pasar Tradisional B Srikaton. Pasalnya, kehadiran anak punk tersebut meresahkan warga setempat.

Lantaran resah, warga meminta kepada instansi terkait yakni Dinas Sosiali(Dinsos) untuk melakukan razia terhadap anak punk. Karena selain meresahkan warga setempat, anak punk juga meresahkan pengunjung Pasar B Srikaton, lantaran anak punk sering mengamen ketika pengunjung tengah makan dan bersantai.

“Kalau anggota anak punk yang sering nongkrong di depan Gedung Dekranasda ini banyak, hampir setiap hari mereka ada di sini,” kata Herman, Selasa (8/5).

Menurut Herman, untuk anak punk yang berada di desanya tersebut bukan warga di Kecamatan Tugumulyo melainkan datangan dari luar daerah bahkan setiap malam mereka pun sering ngamen di Pasar Mambo maupun ke toko-toko di kawasan Merasi.

“Kalau lagi banyak pengunjung, maka mereka (anak punk) rebutan ngamen sana sani tanpa henti. Jadi pengunjung juga terasa kurang nyaman, kami juga usul bagaimana kalau di Pasar B Srikaton itu ditulis dilarang mengamen,” tuturnya.

Dengan banyaknya anak punk dikhawatirkan, akan mempengaruhi anak-anak sekitar Kecamatan Tugumulyo, khususnya Desa F Trikoyo untuk bergabung bersama anak punk.

“Kami berharap agar mereka dirazia dan dipulangkan ke daerah asalnya. Karena saya khawatir jika mereka dibiarkan, anak-anak di sini bisa terpengaruh dengan gaya mereka, apalagi kalau anak yang broken home atau bermasalah dalam keluarga. Kami khawatir mereka akan gabung dan larinya ke sana,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Tugumulyo M Badrun mengatakan, jika pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak Sat Pol PP dan Dinas Sosial untuk menangani anak punk yang berada di sekitaran Tugumulyo.

“Yang jelas akan kami koordinasikan dan kami laporkan ke petugas Satpol PP ataupun Dinsos, supaya mereka dipulangkan dan dirazia,” jelasnya.

Menurut ia, selama ini keberadaan anak punk memang dirasa meresahkan, karena dengan segi penampilan juga mereka berpakaian dengan gaya compang-camping.

“Dari segi pakaian juga seperti itu, jangan sampai mempengaruhi anak-anak yang lain. Kebanyakan dari mereka juga datangan, kalau asli Tugumulyo yang jadi anak punk memang selama ini belum diketahui. Jadi mereka seharusnya ditangkap kemudian dipulangkan.” ungkapnya.(11)

Rekomendasi Berita