oleh

Anak Pelaku Kekerasan, Biasanya Pernah Menjadi Korban

LINGGAU POS ONLINE – Psikolog Keluarga, Estrina Maya mengatakan secara mental, anak-anak ataupun remaja yang menjadi pelaku cyber bully ataupun kekerasan, biasanya dilatarbelakangi dia pernah menjadi korban.

“Jadi dia mendapatkan kekerasan baik yang dilihat secara visual, atau yang dia rasakan secara langsung atau menonton,” kata Maya.

Pada kondisi seperti ini, menurutnya, usia anak dan remaja secara emosional masih labil. Hal itu yang menyebabkan mereka impulsif, yakni melakukan sesuatu tanpa dipikir dahulu.

“Jadi dia berusaha mencari perhatian di luar atau melampiaskan yang dia rasakan itu di luar atau kepada teman-temannya. Bisa juga dia ingin menunjukkan rasa kehebatannya,” bebernya.

Maya melanjutkan, dari kasus ini yang jadi pelajaran artinya diperlukan peran penting orang tua dalam melakukan pengawasan terkait penggunaan Media Sosial (Medsos) dan memberikan pemahaman norma-norma yang ada di lingkungan sekitar.

“Itu yang paling penting. Apalagi ketika orang tua bertengkar, dianjurkan agar tidak terlihat anak. Karena anak bisa mencontoh atau meniru dan mempraktikkannya kepada orang lain,” jelasnya.

Seperti diketahui, DA (14) menangis setelah divonis sembilan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Selasa (23/7) pukul 13.00 WIB.

Menurut majelis hakim yang diketuai Syahreza Papelma SH dengan Hakim Anggota Dian Triastuty SH dan Yopy Wijaya SH dengan Panitera Pengganti (PP) Marlinawati, warga Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura) ini melanggar Pasal 339 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Undang-Undang (UU) 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

DA dinyatakan terbukti bersama teman-temannya yang buron, merenggut nyawa Kelpinda (15). Selain itu, DA juga akan menjalani hukuman di Lembaga Pembinaan Kasus Anak (LPKA) Klas I Pakjo Palembang.(lik)

Rekomendasi Berita