oleh

Anak Demam, Jangan Gegabah Beri Obat

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Ketika anak demam, orang tua kerapkali mengusahakan agar demamnya turun dengan berbagai cara. Namun menurut dr Mast Idris Usman E, sebaiknya orang tua justru berkonsentrasi untuk membuat anak merasa nyaman ketika demam.

“Jadi dibanding menurunkan suhunya, buat anak kita nyaman dulu. Karena penyebab demam bisa beragam, usaha menurunkan panas juga bisa memperlambat kesembuhan,” jelas Direktur Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Kota Lubuklinggau ini.

Beberapa hal yang perlu diketahui orang tua mengenai demam adalah demam bukanlah penyakit utama. Kondisi ini merupakan reaksi tubuh alamiah terhadap suatu penyakit. Demam bisa pertanda tubuh sedang melawan infeksi karena suhu yang tinggi tersebut memperlambat pertumbuhan bakteri ataupun virus.

Dari beberapa klasifikasi demam yang ada. Pertama, demam karena infeksi yang suhunya bisa mencapai lebih dari 38°C. Penyebabnya beragam, yakni infeksi virus (seperti flu, cacar, campak, SARS, flu burung, demam berdarah, dan lain-lain) dan bakteri (tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain).

Kedua, demam noninfeksi, seperti kanker, tumor, atau adanya penyakit autoimun seseorang (rematik, lupus, dan lain-lain).

Ketiga, demam fisiologis, seperti kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain.

Mast Idris juga tak menampik, sebagian besar orang tua juga mencemaskan kejang demam. Obat penurun panas tidak terbukti dapat mencegah terjadinya kejang demam. Kejang (jika terjadi) biasanya disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh yang pesat di tahap awal infeksi, seringkali sebelum para orang tua menyadari anaknya terkena demam.

“Saran saya, saat demam biarkan anak tersebut istirahat. Walaupun kita (orang tua,red) berharap ia minum obat, tunggu saja saat ia terbangun meskipun jadwal pemberian obat penurun panas sudah berlalu. Hati-hati saat memberi obat ya. Pastikan dosisnya sesuai aturan di kemasan,” sarannya.

Jika memberi obat penurun panas golongan acetaminophen ataupun ibuprofen, pastikan tidak memberi obat batuk atau flu yang mengandung antipyretic. Pemberian dua jenis obat tersebut. secara bersamaan dapat menimbulkan overdosis.

“Hingga bayi berusia 4 bulan, jika ia demam hingga 38,5 derajat Celcius, orang tua harus segera menghubungi dokter anak. Meskipun begitu, usahakan tidak hanya berfokus pada angka-angka di termometer. Yang paling utama, obat penurun panas sebaiknya digunakan sebagai bantuan untuk membuat anak merasa nyaman. Jika walaupun demam anak terlihat tenang dan tidak rewel, kita tidak harus memberinya obat penurun panas,” jelasnya kembali mengingatkan. (05)

Rekomendasi Berita