oleh

Anak Berkelahi, Orang Tua Main Tangan

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Tak habis pikir apa yang dilakukan Pasangan Suami Istri (Pasutri), Tabrani (40) dan Eka (35). Warga Desa Terusan Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang ini dilaporkan ke Polres Empat Lawang dan Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Empat Lawang atas dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur inisial AR.

Di hadapan Kabid PPA, Suhaidah saat melapor, Senin (27/8) kakek korban, Untung Zakaria (69) warga Desa Terusan Baru menceritakan kronologis dugaan penganiayaan terhadap cucunya itu.

Kejadian tersebut berawal terjadinya perkelahian antara AR dengan anak pelaku di lapangan bola kaki desa setempat, 22 Juli 2018 yang lalu.

Saat itu korban terkena lemparan batu oleh lawannya itu, tepat mengenai kepala korban, yang kemudian ditinggal berlari oleh lawannya pulang ke rumah.

Melihat lawannya berlari, korban mencoba menyusul ke rumah pelaku. Ketika sampai di rumah, kedua terlapor yang saat itu berada di rumah, bukannya mencegah anaknya, malah sebaliknya membela anaknya.

Kedua terlapor ikut main tangan, dengan cara menampar korban, hingga pipi dan pelipis korban mengalami lebam-lebam. Karena mengalami penganiayaan, korbanpun pulang melaporkan kejadian tersebut ke kakeknya yang kemudian bersama korban datang ke rumah pelaku meminta untuk diobati. Namun, bukannya ada itikad baik dari kedua pelaku, malah ditantang untuk membawa tindakannya itu ke ranah hukum.

“Dia memaki dan menantang, silakan laporkan kemanapun, kami tidak takut,” ungkap Untung, kakek korban seraya menirukan ucapan kedua pelaku.

Merasa mendapat perlakuan yang tidak mengenakan, kakek yang sudah uzur inipun melapor ke kepala desa setempat. Dari pemerintah yang awalnya mencoba menghubungi kedua pelaku, namun tidak ada tanggapan, terlapor diberikan surat pengantar untuk melapor ke Mapolsek Tebing Tinggi.

Untung pun melanjutkan, dari Polsek Tebing Tinggi, ia pun diarahkan melapor ke SPK Polres Empat Lawang.
Setelah itu ia pun akhirnya melapor ke SPK Mapolres Empat Lawang keesokan harinya, 23 Juli 2018. Tidak sampai di situ, Untung Zakaria juga melapor ke Bidang PPA Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PMDP2A) Empat Lawang.

“Kami masyarakat kecil meminta keadilan, agar hukum benar-benar diterapkan tanpa pandang bulu. Jangan pelaku seakan kebal hukum, semuanya saja menganiaya anak di bawah umur. Kami minta pelaku diproses dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku,” ungkap Untung.

Menanggapi hal tersebut, Kabid PPA, Suhaidah membenarkan telah menerima laporan dari kakek korban. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Polres Empat Lawang, dalam hal ini Unit PPA.

“Ya, kita langsung koordinasikan dengan pihak Polres Empat Lawang. Insya Allah, kasus ini akan ada titik temunya dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.

Hanya saja ia menyayangkan pihak keluarga korban yang lamban melapor ke pihaknya. Semestinya, keluarga korban melapor ke pihaknya terlebih dahulu, baru ke Polres Empat Lawang, sehingga pihaknya bisa mendampingi keluarga pelapor dalam tahapan untuk proses perkaranya.

“Kita kan sifatnya pendampingan, bukan untuk prosesnya, karena prosesnya pihak kepolisian. Namun, selaku pihak yang menaungi perlindungan anak, kita akan tetap mengawal dan koordinasi mengenai perkembangan kasus yang dilaporkan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan Sik melalui Kanit PPA, Aipda Amran Supardi menegaskan, dugaan penganiayaan yang telah dilaporkan ke Polres ini sudah ditangani dan diproses pihak kepolisian untuk dilakukan pengembangan penyidikannya.

“Sekarang masih dalam pengembangan penyidikannya, dalam waktu dekat kita akan memanggil ulang terlapor dan pelapor untuk dimintai keterangannya. Hasil visum dari rumah sakit juga sudah keluar sebagai bahan penyidikan,” ungkapnya. (CW02)

Rekomendasi Berita