oleh

Anak-anak Ikut Kampanye?

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Melibatkan anak dalam kegiatan politik secara tegas dilarang dalam Undang-Undang (UU) No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Sebab, mengajak anak dalam aktivitas politik akan membawa dampak negatif bagi anak. Karena mereka belum mampu menyaring atau mem-filter informasi dan merespon perbedaan sikap.

Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi Panwaslu Kota Lubuklinggau, Mursydi menjelaskan kalau dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), guna mencegah terlibatnya anak-anak dalam kegiatan kampanye.

“Memang, berdasarkan pantauan jajaran kita (Panwascam dan PPL, red) di beberapa titik ada anak-anak yang datang saat kampanye. Namun, sejauh ini belum ditemukan adanya mobilisasi terhadap anak-anak, termasuk anak-anak yang pakai kaos salah satu Paslon Walikota-Wakil Walikota,” jelas Mursydi, Senin (16/4).

Namun, dilanjutkan Mursydi, kalau nantinya ditemukan ada mobilisasi terhadap anak-anak, maka Panwaslu bersama KPAI akan melakukan tindakan tegas.

Karena, larangan pelibatan anak dalam kegiatan politik sudah diatur dalam pasal 15 dan pasal 76 huruf H UU 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Pasal 15 menyebutkan, setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik. Sedangkan Pasal 76 huruf H menyebutkan, setiap orang dilarang merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer dan atau lainnya dan membiarkan anak tanpa perlindungan jiwa,”tegasnya.

Jadi, pihaknya menghimbau kepada seluruh Paslon Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau, untuk tidak melibatkan anak-anak pada setiap kegiatan kampanye. Serta meminta, kepada seluruh massa pendukung, untuk tidak mengajak anak-anak setiap kampanye.

Sementara itu, calon Walikota Lubuklinggau nomor urut 2, H SN Prana Putra Sohe menjelaskan, kalau dirinya bersama Timses tidak pernah melibatkan anak-anak di setiap kampanye. Apalagi, sampai melakukan mobilisasi terhadap anak-anak.

“Tidak pernah sekalipun kami melakukan mobilisasi terhadap anak-anak untuk ikut kampanye, sebab dapat mempengaruhi perkembangan anak-anak,” jelasnya.

Tapi, dilanjutkannya kalaupun ada anak-anak yang datang saat kampanye yang dilakukan dirinya, itu sama sekali bukan instruksi atau mobilisasi terhadap anak.

“Kalau pun ada anak-anak yang hadir, itu karena orang tuanya ikut kampanye dan di rumah tidak ada yang menjaganya. Tapi, kita sudah menghimbau kepada Timses-nya dan parpol pengusung, untuk tidak membawa anak-anak saat kampanye,” ungkapnya. (01)

Rekomendasi Berita