oleh

Anak-anak Diduga Fly Pakai Komix

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Fenomena anak-anak konsumsi obat batuk jenis Komix untuk mabuk alias ngefly dibenarkan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho melalui Kasi Pemberantasan, AKP Sukirman menjelaskan, memang Komix sering disalahgunakan oknum remaja maupun anak-anak agar mabuk.

“Apabila berlebihan minum Komix, ngefly-nya bisa lebih enam hari,” kata Sukirman, Sabtu (7/4).

Sukirman menjelaskan, kandungan Komix dengan narkoba memang berbeda.

“Hanya saja apabila terlalu berlebihan mengonsumsi Komix, biasanya kalau sudah kecanduan itu sekali pakai sampai enam sachet, langsung efek. Biasanya pusing berat, cemas, gelisah, atau gugup, kebingungan, berhalusinasi, napas lambat, hingga sakit perut,” jelasnya.

BNN Lubuklinggau memang belum secara khusus melakukan razia terhadap penyalahgunaan Komix.

“Sebab kini mereka masih konsentrasi menindak dan mencegah penyalahgunaan narkoba seperti sabu, ganja dan ekstasi,” ucap Sukirman.

Dalam wawancara kemarin, Sukirman menerangkan Komix memang tidak mengandung zat candu.

“Hanya saja apabila dikonsumsi terlalu banyak biasa membuat tidak sadarkan diri, tentunya dengan campuran baik itu minuman penambah tenaga berbentuk kaleng maupun botol,” tutup Sukirman.

Kadisperindag Kota Lubuklinggau, H M Hidayat Zaini mengaku pengawasan tetap dilakukan, bahkan karena Komix ini salah satu jenis obat pihaknya juga menggandeng Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau.

“Ini salah satu jenis minuman kesehatan selain kami Dinkes juga melakukan pengawasan,” kata Hidayat Zaini.

Ditambahkan Hidayat Zaini, Komix pada dasarnya obat dan tidak memabukkan jika dikonsumsi sesuai dengan dosis atau anjuran dokter.

“Kalau minumnya sesuai takaran dan anjuran dokter tanpa dioplos atau dicampur apapun justru ini minuman menyehatkan,” ucapnya.

Mantan Kadispora Kota Lubuklinggau ini mengaku Komix memang dijual bebas, itu artinya tidak hanya di apotek tapi di warung, minimarket, dan Supermarket juga menjual.

“Tergantung pengawasan kita terhadap anak, ini tanggung jawab bersama bukan pemerintah saja tapi semua termasuk orang tua. Pemilik warung juga harus peduli kalau ada pelajar membeli Komix dengan jumlah banya patut dicurigai jangan asal laku saja,” imbaunya.

Terpisah dr H Mast Idris mengatakan selain tingkat pengawasan yang harus dilakukan saat ini adalah membatasi penjualan obat-obatan ini. Pasalnya jika diperjualkan oleh pedagang maka tidak akan terkontrol.

“Kalau apotek tidak mungkin mereka jual dengan jumlah banyak ke satu konsumen, apalagi anak-anak yang beli. Mereka punya aturan, dan di beberapa kesempatan akan ada pemeriksaan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),” terangnya.

Ditambahkan Mast Idris, penggunaan obat berlebihan juga dapat memengaruhi kesehatan pengguna. Dari beberapa kasus yang sempat ditangani, ada beberapa pasien yang mengalami stroke dengan usia yang terbilang muda. Hal ini juga salah satu penyebabnya dikarenakan berlebihan konsumsi obat.(07/03)

Rekomendasi Berita