oleh

Ambil Uangnya, Tapi Jangan Pilih Orangnya

Pesan Irkan Franolus, Ketua PPK Lubuklinggau Selatan II

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Lubuklinggau Selatan II, Irkan Franolus memiliki segudang pengalaman, baik dibidang kepemiluan maupun organisasi kemahasiswaan. Apa saja pengalamannya?

Laporan Aan Sangkutiyar, Simpang Periuk

PEMILU, bukan sesuatu yang asing bagi Irkan Franolus. Pasalnya, pasca turunnya Presiden Soeharto, tepatnya di Pemilihan Legislatif (Pileg) 1999, suami Kusmira ini jadi koordinator University Networking For Free And Fair Election (Unfrel) lembaga pemantau Pemilu, dengan wilayah kerja Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas, karena saat itu Kabupaten Muratara belum terbentuk.

Ketika itu, ayah M Casvil Franolus dan Cheiysela Franolus memimpin lebih kurang 1.100 relawan yang tersebar di seluruh Tempat Pemungutan suara (TPS).

Berbekal pengalam tersebut, maka mantan Ketua Senat STKIP dua periode ini, yakni tahun 1997-1998 dan 1998-1999 ini mendaftarkan diri sebagai petugas PPK Lubuklinggau Selatan II, dan ia pun terpilih sebagai salah satu petugas PPK, serta dipilih oleh rekan-rekannya untuk menjadi Ketua PPK Lubuklinggau Selatan II.

Menurut pria yang juga mantan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Rawas tahun 2016 ini, tujuan dirinya untuk jadi penyelenggara Pemilu hanya untuk mengabdi kepada negara, dikarenakan ini salah satu cara untuk mengabdi kepada negara.

“Sebenarnya banyak cara untuk mengabdi kepada negara, bukan hanya jadi penyelenggara Pemilu. Tapi, ini pilihan saya, karena ingin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya, seperti pada Pemilu 1999 lalu,” kata pria kelahiran Siring Agung 19 Juli 1975, Selasa (14/11).

Dilanjutkan pria yang juga menjabat sebagai Divisi Humas Perbakin Musi Rawas, ada sebagian dari masyarakat yang belum mengetahui, kalau suara mereka sangat berharga dan menentukan masa depan daerah.

“Kita sudah mulai bergerak melakukan sosialisasi ke masyarakat, mengenai pentingnya menggunakan suara Pemilu. Kedepan, intensitas dari sosialisasi ini akan ditingkatkan, demi tercapainya target yang sudah dicanangkan,” warga Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Disamping sosialisasi tentang penggunaan suara, pria ramah ini juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memilih kandidat yang melakukan money politic atau politik uang. Dikarenakan, pemimpin yang money politic bisa dipastikan tidak amanah, dalam menjalankan tugas kelak sebagai Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau.

“Ambil uang, jangan pilih orangnya,” ungkapnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita