oleh

Alutsista Jadi Cermin Kekuatan Bangsa

JAKARTA – Prabowo menyinggung kekuatan militer Indonesia hanya akan bisa berperang selama tiga hari.Hal tersebut diungkapkan dirinya setelah mendapat indivasi dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

“Apakah ini yang disebut negara kuat? Negara yang langgeng? Menteri pertahanan sekarang mengatakan kalau Indonesia terpaksa perang, kita hanya bisa bertahan tiga hari,” terang Prabowo dalam pidato kebangsaan di JCC, Senayan, Senin (14/1) malam.

Prabowo juga mengatakan, bukan dirinya yang mengatakan hal seperti itu. Tetapi menteri pertahanan. Ia juga mengatakan Ryacudu adalah patriot yang ingin diketahui rakyat.

Menurutnya, persaingan antar bangsa sangat keras. Dirinya meminta agar Indonesia todak bergantung dengan bangsa lain. Prabowo meninginkan kekuatan pertahanan negara dibagun dengan dasar yang kuat.Jangan berharap bangsa lain baik hati sama kita, kasihan sama kita, tambahnya.

Terpisah, menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Effendi M.S. Simbolon mengungkapkan keprihatinannya. Ia juga mengatakan bahwa hampir seluruh Korem kondisinya kekurangan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) relatif sama.

Ia berharap jika Indonesia bisa cepat mengejar ketertinggalan. Legislatir asal daerah pemilihan DKI Jakarta III ini meminta masalah ini segera direspon dan mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah.

“Harus bisa menyajikan dalam bentuk usulan yang progresif. Kami akan mencoba menarik persoalan ini ke permukaan, agar masalah dukungan anggaran Alutsista mendapat respon serius dari pemerintah,” bebernya.

Sementara itu, Presiden PKS Sohibul Iman yang juga hadir dalam giat pidato kebangsaan menganggap pernyataan Prabowo Subianto soal Indonesia hanya bisa bertahan jika perang merupakan hal umum. Bahkan sudah diketahui banyak pihak. Selain meneruskan perkataan menteri pertahanan, pernyataan itu juga buah diskusi dari internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) paslon nomor urut 02.

Sohibul juga mengatakan, hal tersebut adalah wajar. Karena sebagai opisisi mengkritik pemerintah sudah lumrah. Apalagi jika dikaitkan akan menjadi bumerang. Menurutnya hal itu berlebihan.

Menurutnya, pernyataan yang disampaikan Prabowo akan menjadi fokus perbaikan ketika paslon 02 jika menang. Justru ini hang nanti akan kami perbaiki. Kalau kita mendapatkan mandat, tandasnya. (khf/fin)

Rekomendasi Berita