oleh

Alumni SMKN Pertanian Jarang Nganggur

Sekolah di SMK Banyak Untungnya

SMKN Pertanian Musi Rawas menjadi satu-satunya sekolah kejuruan pertanian di Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara. Oleh karenanya, peminatnya pun terus meningkat. Bagaimana dengan jaminan alumninya?

Laporan Sulis, Air Kuti

KOMODITAS andalan dari Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Muratara dan Kota Lubuklinggau masih didominasi sektor pertanian dan perkebunan. Pengelola lahan-lahan pertanian saat ini, bukan tidak mungkin akan pergi. Maka, dibutuhkan generasi yang terampil dalam mempertahankan produktivitas tanaman dan perkebunan negeri ini.

Lalu tangan siapa yang bersedia ambil bagian melanjutkan perjuangan para ahli pertanian saat ini? Ya kita, siapa lagi.

“Terutama alumni SMKN Pertanian. Ingat ya, kalian sekolah di sini bukan untuk bisa nyangkul. Bukan juga untuk bisa nanam padi. Tapi agar kalian bisa jadi manager maupun konseptor. Bagaimana berinovasi di sektor pertanian. Modal utamanya ya ilmu. Yakni, ilmu dari SMKN Pertanian Musi Rawas ini,” jelas Kepala SMKN Pertanian Musi Rawas, H Yusep Mubarok, kemarin.

Di SMKN Pertanian, lanjutnya, setiap peserta didik, perempuan maupun laki-laki memiliki hak yang sama, belajar mengendalikan hama, belajar mengemudikan hendractor, juga belajar agribisnis.

“Agribisnis ini penting. Bagaimana mengolah timun jadi beberapa produk turunan. Atau mengelola jahe jadi aneka camilan. Jadi, kalian akan diajak berpikir lebih keras, berinovasi bagaimana menciptakan pangan yang berbeda dari sebelumnya, dengan bahan dasar yang sama. Inilah ilmu pertanian,” tuturnya.

Ia berharap siswa-siswi SMKN Pertanian Musi Rawas bisa mensyukuri setiap tahap pendidikan di SMKN Pertanian. Yusep juga meminta peserta didik aktif, dan memanfaatkan fasilitas di sekolah. Salah satunya, berusaha untuk mendapatkan beasiswa.

“Beasiswa itu hampir setiap siswa dapat. Bahkan yang pegang kartu Program Indonesia Pintar (PIP), gratis SPP. Kami juga punya musala, silakan biasakan salat dhuha dan berjamaah. Kita juga punya komputer, dipakai dan dijaga dengan baik. Disamping itu, kita juga ada kebun praktik. Semua ini yang akan mendukung proses belajar kita di sekolah,” jelas Yusep.

Ia menarget, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya alumni SMKN Pertanian ini tidak ada yang nganggur.

“Bahkan, kami sangat bangga banyak anak-anak lanjut kuliah. Bahkan, yang tidak lanjut langsung direkrut di dunia usaha maupun industri. Baik kelas lokal maupun regional dan nasional,” imbuhnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita