oleh

Alokasi BOP Naik Rp 3,8 Miliar

Kabid PLS Disdik Musi Rawas, Ngatino
“Syaratnya sudah punya Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), terdata dan update di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta memiliki minimal 12 anak didik. ….”

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Kabar bahagia bagi pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tahun 2018 mendatang dana Badan Operasional PAUD atau kerap disebut BOP Kabupaten Musi Rawas (Mura) naik Rp 1 miliar.

“Tahun 2017, BOP PAUD Rp 2,8 miliar. Itu dikucurkan untuk 206 PAUD di Musi Rawas. Insya Allah 2018 BOP nominalnya naik menjadi Rp 3,8 Miliar. Diperkirakan jumlah PAUD yang menerima juga bertambah dari tahun ini,” jelas Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Musi Rawas (Mura), H Sukamto didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Ngatino, Jumat (15/12).

Untuk syarat PAUD yang bisa menerima PAUD ini, kata Ngatino, tidak berbeda dengan tahun 2017 lalu.

“Pertama syaratnya sudah punya Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), terdata dan update di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta memiliki minimal 12 anak didik. Yang menyeleksi langsung itu Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) berdasarkan data di Dapodik. Kalau kami (Disdik,red) memverifikasi berkas saja. Dan memastikan jumlah anak di masing-masing PAUD,” terang Ngatino.

Besaran dana BOP ini Rp 600 ribu per anak per tahun. Dan pencairannya dari APBN dihibahkan ke Pemda lalu dikirim ke rekening masing-masing PAUD penerima BOP.

“Per tahun pencairannya sekali, biasanya sebelum Juni. Sementara pematangan data yang diajukan Disdik Mura ke Bupati Mura itu Januari 2018 nanti. Nanti PAUD penerima BOP ini di –SK-kan oleh Bupati. Realisasinya, sejauh ini tidak ada PAUD yang melenceng dari Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak-Juknis). APBN pemda kabupaten langsung ke PAUD masing-masing,” jelas Ngatino.

Menurut dia, sekalipun jumlah anak didik di PAUD 50 orang, yang menerima BOP tidak menyeluruh. Per PAUD biasanya yang menerima 20-30 anak.

Hal itu dibenarkan Pemilik PAUD Beliti Darussalam, Lestari.

“Iya, anak saya 40 orang. Yang terima sekitar 20 anak. Dana BOP ini bukan untuk gaji guru. Kalau gaji guru pakai SPP anak. Sementara BOP untuk operasional PAUD. Layaknya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada SD, SMP dan SMA sederajat,” terang Lestari.

Lestari menjelaskan, BOP digunakan untuk membeli buku, alat peraga, buku pembelajaran, alat bermain, dan kegiatan pendukung ATK.

PAUD Beliti Darussalam yang sudah berdiri sejak lima tahun lalu ini, menerima BOP 2016 dan 2017.

“Berdoa 2018 nanti dapat lagi,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita