oleh

Alih Fungsi Gedung dari Kantor jadi Hotel Diprotes

Oleh Solihin

Pembangunan hotel dan gedung Kantor Linggau Pos benar-benar terus dikebut. Dua gedung itu dibangun dalam jangka waktu lebih kurang dua tahun. Gedung hotel akhir Februari 2004 sudah finising. Sementara Gedung Kantor Linggau Pos di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Urib Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I akhir April 2004 masuk tahap finising.

Tapi sebelum hotel operasional, ada suatu masalah yang harus diselesaikan. Sebab izin pembangunan gedung itu awalnya untuk Kantor Linggau Pos, bukan hotel.

Jadi saat pengurusan perusahaan izin operasional penggunaan gedung, dari Kantor Linggau Pos menjadi hotel, mendapat protes dari warga sekitar. Warga mengaku merasa dibohongi.

Memang memakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menjelaskan dan memberikan pemahaman kepada warga sekitar gedung ini, supaya mereka mau menerima dan memberikan persetujuan pengalihan fungsi gedung. Semua ini berkat izin dan Ridho dari Allah SWT, serta dukungan serta bantuan banyak pihak, terutama Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau saat itu Wali kotanya Riduan Effendi, Lurah Taba Jemekeh Ir Dicky Zulkarnain.

Sehingga warga sekitar menerima penjelasan dari kita, dan menyetujui pengalihan fungsi gedung dari Kantor Linggau Pos menjadi hotel.

Untuk pengurusan izin operasional, tentu hotel ini harus ada nama. Dan Bos Parno langsung membuat nama hotel itu, yakni Linggau Hotel. Alasan Bos Porno, nama Linggau Hotel sangat sederhana mudah disebut dan diingat.

Pertengahan April 2004, Linggau Hotel diresmikan operasionalnya. Saat grand opening semua unsur pimpinan koran Group Jawa Pos, mulai dari Direktur, GM, Pemred, hingga Kepala Bagian (Kabag) diundang untuk datang ke Lubuklinggau. Selain untuk menghadiri acara peresmian pembukaan Linggau Hotel, Bos Parno juga memutuskan Linggau Pos menjadi tuan rumah untuk Rapat Evaluasi Triwulan I tahun 2004 Group Jawa Pos wilayah Sumbagsel, Jawa Barat, dan Banten di Kota Lubuklinggau.

Semua tamu ditempatkan di Hotel Linggau, 19 kamar yang ada semuanya terisi penuh. Kemudian pelaksanaan Rapat Evaluasi Triwulan I 2004 juga dilaksanakan di Linggau Hotel.

Akhir April 2004, mesin cetak yang diletakkan di lantai 1 (dasar) Kantor Linggau Pos di Kelurahan Batu Urib Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I (sekarang Graha Pena Musirawas Ekspres) sudah siap dioperasikan.

Jadi cetak perdana Harian Pagi Linggau Pos di percetakan Linggau Pos, akhir April 2004. Selanjutnya, Senin, 7 Maret 2005 Kantor Linggau Pos diresmikan penempatannya.

Seiring dengan waktu, Linggau Pos terus berkembang dan kebutuhan masyarakat daerah ini akan media cetak terus meningkat. Kemudian terbentuknya daerah otonomi baru, yaitu pemekaran Kabupaten Lahat, terbentuknya Kabupaten Empat Lawang, 20 April 2007. Dan masyarakat Empat Lawang juga tinggi daya beli dan minat bacanya untuk koran.

Bukan itu saja. Dengan terbentuknya pemerintahan baru, tentu saja ada peluang besar untuk pangsa pasar koran di lingkungan pemerintahan. Tetapi untuk menjangkau Empat Lawang dari Kota Palembang ibu kota Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) butuh sekitar 5 sampai 6 jam kalau menggunakan mobil pribadi, atau naik kereta api. Tentu saja koran regional seperti Sumatera Ekspres, Palembang Pos, Radar Palembang, Palembang Ekspres dan Sriwijaya Pos serta koran lainnya tidak bisa dibaca oleh masyarakat daerah ini pagi hari. Hanya Koran Linggau Pos, yang bisa datang pagi yakni sekitar pukul 06.30 WIB, karena jarak Kota Lubuklinggau dengan ibu kota Kabupaten Empat Lawang lebih kurang satu jam. Peluang ini tidak disia-siakan oleh kawan-kawan Linggau Pos. Sehingga oplah cetak dan jual Linggau Pos pada 2004 hingga 2005 sangat tinggi, sepanjang Linggau Pos berdiri. (bersambung)

Rekomendasi Berita