oleh

Aliansi Mahasiswa Lubuklinggau Sampaikan 7 Tuntutan

LINGGAU POS ONLINE – Ratusan massa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Lubuklinggau menggelar demo di simpang RCA Kota Lubuklinggau, Jumat (24/5). Aksi damai kemarin berlangsung damai sekitar pukul 15.00 WIB. Massa menyebar kepada pengendara yang melintas yang isinya 5 tuntutan.

Salah seorang koordinator aksi Riki Aji Pambudi menyampaikan tujuh tuntutan tersebut yakni, Aliansi Mahasiswa Kota Lubuklinggau mengecam tindakan refresif aparat keamanan Negara.

Lalu meminta TNI dan Polri menjaga kondusifitas keamanan Negara. Kemudian meminta Kapolri dan Menkopohulkam mengundurkan diri karena dianggap tidak mampu menjaga stabilitas Politik Hukum dan Keamanan Negara.

Selanjutnya mengecam aparat untuk tidak mencegah masyarakat yang hendak ikut turun aksi damai menuntut kedaulatan rakyat. Serta menyesalkan tindakan pemerintah terkait penyampaian informasi melalui media sosial karena bertentangan dengan Undang-Undang nomor 39 tahun 1999.

Selain itu massa juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk memberikan jaminan perlindungan dan kepastian hukum bagi setiap warga negara yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum. Dan yang terakhir mereka menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan damai dalam menyampaikan aspirasinya jangan mudah diprovokasi.

Demo massa kemarin ditemui langsung Wakapolres Lubuklinggau Kompol Zulkarnain yang turut menaiki mobil pick up dan memberikan penjelasan.
Kepolisian di Jakarta kata Zulkarnain melakukan kegiatan pengamanan dari pagi sampai malam. Melalui protap yang ada petugas Kepolisian memberikan peringatan, sehingga terjadilah kejadian pada aksi di Jakarta tersebut.

“Semua kejadian tersebut saat ini sudah ditangani oleh Mabes Polri dan kita percayaikan pada petinggi-petinggi disana,”terangnya.

Ia juga menegaskan jika ia selaku pihak Kepolisian mengucapkan terima kasih atas kritikan para Mahasiswa. Ia berjanji kritikan Aliansi Mahasiswa Kota Lubuklinggau akan disampaikan ke atasannya.

“Kami mengajak untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, saya mengajak adek mahasiswa untuk sholat Asar bersama,”tutupnya.
Kemudian para mahasiswa setelah mendengarkan penjelasan dari Wakapolres, perlahan membubarkan diri dan menuju masjid untuk sholat Ashar bersama.

Mahasiswa Disemprot APAR

SEMENTARA itu dalam demo tersebut sempat terjadi insiden adanya mahasiswa yang disemprot oleh oknum anggota Polres Lubuklinggau menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Mahasiswa itu adalah Syarif yang merupakan alumni Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) STAI Bumi Silampari.

“Iya, saya kena semprot APAR. Saya nggak sadar. Saya dibawa ke Rumah Sakit Dr Sobirin,” terang Syarif kepada Linggau Pos, Jumat (24/5) malam.

Syarif mengaku tak tahu siapa yang membawanya ke RS Dr Sobirin. Syarif juga belum bisa banyak komentar.

“Saya masih rembukan dengan teman-teman HMI Lubuklinggau mau bagaimana langkah selanjutnya. Ini mata sebelah kanan saya masih sakit. Kata Dokter Spesialis Mata, kena infeksi akibat semprotan tadi,” jelas pria yang tinggal di Jalan Kenanga 1 Lintas, Kecamatan Lubuklinggau Utara II ini.

Sementara rekannya, yang merupakan alumni STMIK-BNJ Lubuklinggau Muqsid membenarkan Syarif kena semprot cairan dalam APAR oleh oknum Anggota Polres Lubuklinggau.

“Saya yang mengantarkan Syarif bersama beberapa teman ke RS DR Sobirin. Setelah diperiksa dokter, tadi Syarif diperbolehkan pulang. Setelah kena semprot APAR itu dia sesak, lalu mata sebelah kanannya kabur. Dan kami sudah cek ke dokter spesialis mata, katanya kena infeksi,” imbuhnya.

Menurut Muqsid Polres Lubuklinggau sudah menyatakan bertanggung jawab mulai dari biaya rumah sakit sampai Syarif benar-benar sembuh.

Namun, jelas dia, saat ini HMI Cabang Lubuklinggau sedang rembukan untuk membahas langkah lanjutan terhadap oknum yang melakukan penyemprotan APAR di lokasi aksi HMI.

“Tanpa ada aba-aba ataupun peringatan. Tiba-tiba oknum ini nyemprot pakai APAR. Saya posisinya di belakang oknum polisi ini. Saya lihat betul ada unsur kesengajaan menyemprot pakai APAR itu. Makanya kami minta Polres memberikan tindakan tegas untuk oknum tersebut. Karena dinilai lalai dalam menunaikan tugas,” jelas dia.

Video penyemprotan mahasiswa berdurasi 6 detik ini viral di media sosial tadi malam. (blc/lik)

Rekomendasi Berita