oleh

Akui Banyak Proyek Bermasalah

LINGGAU POS ONLINE, RUPIT – Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Hadi mengakui selama ini proyek pembangunan yang dilaksanakan di Muratara dikerjakan oleh kontraktor yang tidak profesional. Dan itu sudah terjadi, sejak tahun 2016.

Mulai dari pembangunan jembatan Tingkip, Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, pembangunan di Rumah Sakit dan Tugu Perbatasan Muratara dengan Musi Rawas.

“Dan kemungkinan juga terjadi pada proyek PDAM. Namun untuk PDAM kita tidak begitu mengikuti, karena sampai saat ini belum ada laporan ke kita. Pengawasan yang kita lakukan juga terbatas, sehingga kemungkinan untuk proyek PDAM belum terpantau ke kita. Namun belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kemungkinan yang terjadi ya itu, akibat ketidakprofesionalan pihak kontraktor,” tegas Hadi, Selasa (27/3).

Kalaupun ada permasalahan hukum, ya pemerintah seharusnya segera mencarikan solusinya agar pembangunan yang dikerjakan bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat.

“Apalagi, anggarannya berasal dari APBN. Ya harusnya jangan dibiarkan berlarut-larut, sehingga pembangunan tersebut tidak bisa dirasakan masyarakat. Kita memang belum sidak ke sana, namun kedepan akan kita pantau kalau memang dikeluhkan oleh masyarakat. Dan menurut saya wajar dikeluhkan, karena PDAM sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Mengenai proyek-proyek bermasalah, Kamis (29/3) mendatang pihaknya sudah menjadwalkan untuk memanggil mitra kerja mereka.

“Terutama DPUTR dan Disperkim. Karena agenda utama kita, membahas kejelasan proyek yang dilaksanakan mereka. Yakni Jembatan tingkip, RS dan tugu perbatasan lalu kita tambahkan PDAM, Saat rapat akan kita pertanyakan. Kita minta mereka juga, untuk segera diselesaikan, agar pembangunan tersebut segera dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Berkali-kali juga pihaknya mengingatkan, agar Pemkab tidak salah pilih kontraktor.

“Saya contohkan proyek pembangunan jembatan Tingkip. Kalau kontraktornya profesional, seharusnya tidak ada keterlambatan. Selain itu, saat penimbunan seharusnya dilakukan pemadatan yang benar. Makanya berkali-kali kita ingatkan, cari kontraktor yang profesional, kalau tidak ya wajar pembangunan terkesan dikerjakan secara asal-asalan. Serta wajar, kalau kita menduga ada permainan,” ungkapnya kembali. (13)

Rekomendasi Berita