oleh

Aku Ngotot Bercerai

Ini kisah rumah tanggaku yang gagal. Sebut namaku Putri (31) warga Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Saat ini aku mengikuti proses perceraianku bersama dengan suamiku. Kami menikah sudah tujuh tahun yang lalu, dan sudah mempunyai dua orang anak, satu laki-laki berusia lima tahun sedangkan yang kedua perempuan saat ini berusia empat tahun.

Aku menggugat cerai suamiku lantaran aku sudah tidak mencintainya lagi, sebenarnya pernikahan kami berdua terjadi lantaran bukan karena kemauan kami berdua, melainkan kemauan kedua orang tua aku.

Akhirnya pernikahan yang tidak didasari rasa cinta dan sayang terjadi akibat keinginan orang tua ku. Namun umur usia pernikahan kami tidaklah mulus ataupun berjalan dengan lancar, hampir setiap hari sering terjadi keributan saya pun sudah bertekad untuk menyelesaikan perceraian ini dengan baik-baik.

Sampai saat ini aku mengajukan gugatan cerai kepada suamiku dikarenakan sudah tidak tahan lagi dengan suasana rumah tangga yang tidak hermonis lagi semoga jalan yang aku pilih adalah jalan yang benar dan dapat memberi pelajaran kepada diri aku sendiri.

Suamiku juga menerima proses perceraian karena dia juga sudah lama ingin bercerai dengan diriku lantaran suamiku sudah siap bercerai mungkin ia juga sudah mempunyai pengganti memang kami tidak dijodohkan bersama.

Sementara untuk hak asuh anak kami akan membagi waktu untuk bertemu, ia juga bersedia memberi biaya sekolah dan biaya untuk anak-anak kami.(19)

Komentar

Rekomendasi Berita