oleh

‘Aku Menyesal Telah Menyakitimu Sayang’

Namaku sebut saja BA (27). Aku tinggal di Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Saat ini, aku terpaksa mendekam dipenjara. Aku telah memukuli istri telah aku nikahi pada beberapa tahun lalu. Oh aku menyesal telah menyakitimu, sayang.

Karena sebenarnya, aku suami sangat penyayang. Selalu mengalah dengan istri sangat aku cintai. Namun, beberapa bulan lalu istri selalu memarahiku, karena uang hasil kerjaku habis aku hamburkan.

Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami harus ngutang di warung yang tak jauh dari rumahku. Mungkin akibat hutang telah menumpuk, maka pemilik warung mendatangi istriku di rumah, untuk nagih hutang kami.

Akibatnya, saat aku pulang kerja istri langsung marah dan menanyakan kapan akan membayar hutang di tempatnya, sebab ia sudah malu ditagih. Namun, karena saat itu memang belum ada uang, maka langsung saja aku jawab belum ada uang. Ternyata, jawaban ku itu malah membuat istri marah, sehingga dirinya langsung memukuliku pakai sapu hingga patah.

Merasa jiwa terancam, maka aku melakukan perlawanan dan memukuli istriku hingga babak-belur. Saking khilafnya diriku, akan memukul hingga istriku babak-belur dengan kayu di dalam rumah. Namun, aksi itu terhenti, karena dihentikan oleh tetangga sebelah rumah yang melerai keributan kami.

Setelah kejadian itu, aku langsung pulang ke rumah orang tuaku yang ada di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, guna menenangkan jiwa. Ternyata, istri melaporkan perbuatan yang telah aku lakukan kepadanya, sehingga aku ditangkap dan di bawah ke kantor polisi.

Ini sekelumit cerita nyata yang aku jalani, dan saat ini aku sangat menyesal telah memukuli istri yang sangat aku cintai, agar para pembaca sekalian tidak mengalami nasib yang sama dengan yang aku alami saat ini aku menyesal maafkan aku sayang.(19)

Komentar

Rekomendasi Berita