oleh

Aku Hidup Dibantu Tongkat

Nama inisialku, AI (45) seorang pria yang beralamat di Kelurahan Tanah Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Aku menderita kecacatan sejak lahir dan hingga saat ini.

Setiap harinya aku menjalani hidup dengan dibantu dengan tongkat dan tidak jarang apabila saat melakukan aktivitas kehidupan dibantu oleh istriku.

Aku bertahan hidup bersama dengan istriku dengan cara meminta sedekah di seputaran Pasar Inpres dan Pasar Satelit dengan cara menadakan tanganlah aku bisa hidup, sedangkan istriku menjadi tukang cuci.

Akibat kecacatan yang ku derita, aku tidak bisa menerima pendidikan seperti teman-temanku pada umumnya, mulai dari pendidikan SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Padahal sebenarnya dalam hati kecilku, aku sangat ingin mengenyam pendidikan di sekolah namun takdir berkata lain jangankan mengenyam pendidikan, untuk menjalankan aktivitas sehari-hari saja aku mengalami kesulitan.

Sejak kecil aku bersama dengan orang tuaku sering melakukan pengobatan baik ke rumah sakit ataupun pengobatan alternatif. Namun hasilnya nihil tidak membuahkan hasil, sudah dipastikan aku memang lumpuh dan tidak akan pernah bisa sembuh.

Kadang-kadang aku iri dengan teman-temanku yang bisa melakukan aktivitas seperti layaknya manusia sempurna, namun apa boleh buat ini merupakan takdir yang harus aku jalani sehari-hari.

Saat ini aku hanya bisa pasrah dan berdoa atas apa yang kualami, dan suatu saat bisa dikabulkan oleh tuhan sehingga bisa berjalan dan menjalani kehidupan sehari-hari seperti pada manusia umumnya.(03)

Rekomendasi Berita