oleh

Aku Dijodohkan Orang Tua

Jodoh bisa datang dari manapun, dan kadang datangnya tidak diduga sama sekali. Hal ini dialami oleh Boy (25) nama samaran warga Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, ia dinikahkan oleh kedua orang tuanya saat masih kuliah, dengan jodoh pilihan orang tuanya.

Sebenarnya, saat dilakukan perjodohan aku sempat menolak perjodohan tersebut, maklum saat itu selain masih ingin bebas terhadap teman-teman juga masih ingin melanjutkan karier sebab waktu itu aku masih berusia 25 tahun. Namun, karena ingin membahagiakan orang tuanya, dengan berat hati aku menerima perjodohan itu.

Awalnya aku menolak. Tapi, karna aku anak yang ingin membahagiakan kedua orang tuaku , dan kedua orang tuaku mempunyai harapan supaya menantunya baik, dengan sangat tepaksa aku terima perjodohan itu.

Apalagi, dikatakannya itu merupakan salah satu cara yang dilakukan orang tuanya agar dirinya tidak nakal lagi. Sebab, berdasarkan laporan dari para tetangga yang berada di lingkungannya, kalau ia nakal karena sering keluar malam.

Meskipun demikian, aku bersyukur dengan perjodohan yang sudah dilakukan oleh orang tuanya ini. Sebab, berkat perjodohan tersebut ia lebih giat bekerja, karena ingin membahagiakan istri dan orang tua.

Inilah namanya sengsara membawa nikmat, awalnya tidak mencintai namun lela kelamaan sayang. Dan setelah dijalani ternyata menyenangkan , dan kini aku kami sudah mendapatkan anak dengan wanita yang dijodohkan orang tua ku. (19)

Komentar

Rekomendasi Berita