oleh

Aku Ceraikan Suamiku

Kasus perceraian bisa disebabkan sejumlah faktor. Mulai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sampai sudah tak adanya lagi rasa cinta diantara pasangan suami istri.

Seperti jeritan hati Putri (32), sebut saja nama samara warga Kecamatan Lubuklinggau Barat I. berikut kisahnya dituturkan dengan gaya aku.

Aku menikah sudah sembilan tahun lalu. Kami mempunyai dua orang anak yang pertama berusia delapan tahun dan yang kedua berusia lima tahun.

Sebenarnya pernikahan kami berdua terjadi bukan karena kemauan kami berdua, melainkan kemauan kedua orang tua kami yang ingin kami menjadi suami istri. Agar mempererat tali persaudaraan kedua orang tua kami.

Akhirnya pernikahan yang tidak didasari rasa cinta dan sayang terjadi akibat keinginan kedua orang tua kami. Namun umur usia pernikahan kami tidaklah mulus ataupun berjalan dengan lancar, hampir setiap hari sering terjadi keributan.

Sampai saat ini aku mengajukan gugatan cerai kepada suamiku dikarenakan sudah tidak tahan lagi dengan suasana rumah tangga yang berdasarkan rasa sayang dan cinta.

Pastinya saat mengajukan cerai dengan suamiku diketahui olehnya, dan dia pun juga menerima proses perceraian karena dia juga sudah lama ingin bercerai dengan diriku lantaran mempunyai perempuan yang ia cintai dan ia sayangi.

Tetapi yang menjadi permasalahan saat ini yakni kedua orang tua kami, masih bersih keras agar kami tetap mempertahankan rumah tangga kami. Ia ingin kami memikirkan kedua anak kami nanti apabila kami bercerai akan menderita batin kedua anak kami.

Walau bagaimana pun kami berdua sudah mempunyai tekad yang kuat ini bercerai, mendapat restu dari kedua orang tua atau tidak kami tetap ingin bercerai, pastinya kami ingin melanjutkan kehidupan kami berdua dengan orang-orang yang kami sayangi.(19)

Komentar

Rekomendasi Berita