oleh

Aktor Match Fixing Tak Kunjung Diperiksa

JAKARTA – Kasus match fixing terhenti pada pemeriksaan lima pelaku. Bareskrim Mabes Polri terkesan mengulur waktu untuk menyeret Vigit Waluyo dalam proses pemeriksaan. Padahal, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjenpas Kemenkumham) telah menunggu surat izin yang akan diajukan Satgas Mafia Bola.

Kasubag Publikasi Humas Ditjenpas Kemenkumham Rika Aprianti mengatakan, saat ini Vigit Waluyo berstatus sebagai narapidana di Lapas Sidoarjo.”Kalau untuk peminjaman narapidana ke Ditjenpas atas nama yang bersangkutan belum ada sampai saat ini,” jelasnya, kemarin (9/1).

Rika menambahkan, terkait langkah-langkah yang akan dilakukan Mabes Polri pihaknya sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak berwenang di Lapas Sidoarjo.

“Prinsifnya kita terbuka. Dan kami sudah melakukan komunikasi dengan pihak Lapas Sidoarjo. Dan sampai sekarang buktinya belum pernah ada konfirmasi apa pun untuk melakukan pemeriksaan Vigit Waluyo dari tim satgas,” jelasnya.

Menurut dia, pemeriksaan tanpa peminjaman napi bisa dilakukan di lapas. Mekanismenya bisa difasilitasi langsung oleh pihak lapas. “Tapi, sampai saat ini belum ada konfirmasi dan permintaan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” terangnya.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan jika Vigit Waluyo belum diperiksa. Kasus yang menjerat Vigit, masih dalam tahap penyelidikan. Berbeda dengan kasus yang dijalani DI alias Mbah putih yang telah sampai penyidikan.

“Kan VW masih terlapor. Tapi tim sudah dikirim beberapa hari lalu,” jelas mantan Karo SDM Polda Kalteng itu.

Hingga sampai saat ini, Vigit belum diketahui terlibat dalam match fixing dalam pertandingan yang mana. “Yang pasti ada juga keterhubungan dengan DI alias Mbah Putih. Detilnya belum,” papar mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.

Sementara itu, Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengeluarkan hukuman kepada Vigit Waluyo. Sosok yang disebut-sebut aktor pengatur pertandingan itu dilarang beraktivitas di sepak bola Indonesia seumur hidup.

Kuasa hukum Vigit, Bagus Sudarmono, menolak memberikan komentar terkait hukuman yang diterima kliennya tersebut. Sepak bola bukan urusannya karena kliennya hanya memberikan kuasa dalam perkara korupsi. “Begini ya, kalau urusan sepak bola saya nggak ikut-ikut,” terang Bagus.

Bagus mengakui pekan lalu bertemu dengan Vigit di Lapas Sidoarjo. Dalam pertemuan tersebut tidak ada pembicaraan yang mengaitkan dengan sepak bola. “Itu juga bukan kepentingan saya,” katanya.

Sekadar diketahui, nama Vigit Waluyo jadi pembicaraan publik setelah Bambang Suryo, mantan runner yang juga manajer Persekam Metro FC, di acara talk show Mata Najwa menyebut namanya terlibat dalam pengaturan sejumlah pertandingan di Indonesia.

Tak lama setelah acara itu, Vigit yang saat itu bersatus buron dalam kasus korupsi dana pinjaman PDAM Delta Tirta Sidoarjo, menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Saat ini Vigit mendekam di Lapas Sidoarjo, Jawa Timur.

Sepak terjang mertua dari Dalino Fernando, mantan gelandang Persik dan Persebaya, di sepak bola Indonesia tak begitu asing. Dia tercatat pernah memegang berapa klub. Di antaranya Deltras Sidoarjo, PSIR Rembang, dan Persikubar Kutai Barat.

Belakangan Vigit juga diduga kuat berada di balik PSMP Mojokerto Putra dan Kalteng Putra. Klub yang terakhir musim ini promosi ke Liga 1. Adapun PSMP saat ini dilarang ikut kompetisi Liga 2 2019 buntut kasus pengaturan pertandingan. (ful/fin)

Keterlibatan Sejumlah Nama

DWI IRIANTO
Jabatan: Anggota Komisi Disiplin PSSI
Ditangkap pada 27 Desember 2018 di Bandara Soekarno-Hatta.
Kasus: Diduga menerima dana untuk mengatur skor laga yang melibatkan Persibara Banjarnegara

JOHAR LIN ENG
Jabatan: Anggota Exco PSSI
Dijemput Satgas Antimafia Bola pada 28 Desember 2018
Kasus: Diduga menerima dana untuk mengatur skor laga yang melibatkan Persibara Banjarnegara
PRIYANTO
Jabatan: Mantan anggota Komite Wasit
Ditangkap Satgas Antimafia Bola pada 28 Desember 2018
Kasus: Diduga mengatur dan menerima uang serta menyerahkannya kepada Dwi Irianto dalam laga yang melibatkan Persibara Banjarnegara

ANIK YUNI ARTIKA SARI
Jabatan: –
Ditangkap Satgas Antimafia Bola pada 28 Desember 2018
Kasus: Diduga menjadi negosiator antara Priyanto untuk mengatur hasil laga Persibara Banjarnegara

NURUL SAFARID
Jabatan: Wasit Liga 3
Ditangkap di Garut pada 7 Januari 2019
Kasus: Diduga menerima suap Rp 45 juta dari Priyanto untuk mengatur laga Persibara Banjarnegara vs PSS Pasuruan
Sumber: Bareskrim Mabes Polri

Rekomendasi Berita