oleh

Aktivitas Tambang Dihentikan

Dipasang Police Line

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Jajaran Sat Pol PP Kabupaten Rejang Lebong bersama Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rejang Lebong, melakukan Inspeksi mendadak (sidak) dua tambang ilegal.

Sidak dipimpin langsung Kasat Pol PP Kabupaten Rejang Lebong, Rachman Yuzir dan Kepala Dinas DMPPTSP Kabupaten Rejang Lebong, Ir Afni Sardi. Hasil sidak tidak ada aktivitas tambang di Kecamatan Talang Benih, namun tetap dipasang police line.

“Kita ingin membuktikan masih ada aktivitas tambang atau tidak, karena lokasi tambang jelas tidak sesuai dengan Perda,” jelas Kadis DPMPTSP Kabupaten Rejang Lebong, Afni Sardi.

Dijelaskan Afni, sapaan akrabnya, pada sidak pertama beberapa waktu lalu, ada aktivitas tambang di kawasan Talang Benih.

“Perintah Bupati tindak tegas karena melanggar Perda dan kita sudah sampaikan pada pemilik tambang agar aktivitas diberhentikan dan tampaknya sudah ada police line,” ungkap Afni.

Afni menjelaskan, kegiatan pertambangan di kawasan Talang Benih memang tidak diperbolehkan.

“Besok kita akan turun lagi, nanti seminggu sekali kita turun dan ditertibkan aktivitas tambang yang ada di kawasan Talang Benih,” Tegasnya.

Ia juga menambahkan, jika dalam Sidak selanjutnya ditemukan masih ada aktivitas tambang maka pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Selagi tidak ada izin harus diberhentikan apapun bentuknya tetap tidak diperbolehkan, khusus areal Talang Benih tidak boleh tambang,” jelasnya.

Sebab, untuk areal itu tidak bakal dikeluarkan izinnya. Sebab, dikhawatirkan nanti akan menjadi alih fungsi lahan.

“Yang jelas kita sudah lihat sudah ada police line, kalau untuk jumlah tambang yang ada di Talang Benih ada sekitar tiga lokasi tambang,” tambahnya.

Terpisah, Hairul salah satu pemilik lahan di kawasan Talang Benih mengaku, banyak usaha pertambangan yang tidak memiliki izin namun masih beroperasi. Ia juga berharap ada pertimbangan dari pemerintah untuk mencari solusinya.

“Ada pertimbangan dari Pemda, sudah hampir dua tahun tutup, tapi ada juga yang beraktivitas, kalau mau tutup-tutup semua, namanya orang mencari usaha, kita sifatnya pemberdayaan, kita tidak memaksakan diri untuk membuka, memang kita berbentur dengan RTRW,” harapnya.

Ia juga mengaku, lahan miliknya merupakan lahan tidur dan tidak bisa dimanfaatkan untuk persawahan.

“Air untuk sawah tidak sampai, di bawahnya ada pasir yang kita ambil,” tambahnya. (09)

Rekomendasi Berita